3 Hal yang Harus Ada dalam Memilih Pasangan Hidup

Sebenarnya pilih-pilih pasangan itu boleh enggak sih jadi prioritas utama? Apa kamu setuju dengan “yang penting ada yang mau sama aku”? Demi membantu dalam menentukan apakah dia yang datang layak untuk diperjuangkan atau ditinggalkan. Setidaknya pastikan tiga hal ini pada calon pasanganmu sebagai pertimbangannya. Yuk cek!

3 Hal yang Harus Ada dalam Memilih Pasangan Hidup
3 Hal yang Harus Ada dalam Memilih Pasangan Hidup. Sumber: pulungtribata.com

Sebagai seorang manusia, tak bisa dipungkiri bahwa rasa cinta adalah naluri yang diberikan oleh Sang Pencipta. Ketika naluri itu tidak dipenuhi, akan muncul rasa tidak nyaman di dalam hati. Maka Allah telah memberikan solusinya lewat salah satu surat di dalam Al-Qur’an.

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ - 

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”  (QS. Ar-Rum : 21).

Sebab manusia akan merasa gelisah, galau, sedih, tidak tenang ketika tidak memenuhi naluri itu. Dalam Islam satu-satunya cara yang diperbolehkan untuk menyalurkan naluri berkasih sayang terhadap lawan jenis adalah lewat menikah.  Tapi, apa kamu sudah punya calonnya?

Hmmm, pernah tidak terlintas dipikiranmu “aku belum nikah, apa karena selama ini aku terlalu pilih-pilih ya?” atau bahkan sampai ada yang berkata padamu “udah enggak usah pilih-pilih, kalau ada yang ngelamar terima aja”. Saat mendengar kalimat tersebut, sebenarnya pilih-pilih pasangan itu boleh enggak sih jadi prioritas utama? Apa kamu setuju dengan “yang penting ada yang mau sama aku”?

Seperti yang diketahui bahwa menikah adalah ibadah terlama yang akan menentukan kebahagiaan manusia tak hanya di dunia, namun hingga di surga. Oleh karena itu, menjadi pemilih dalam mencari teman hidup adalah bukan sesuatu yang salah loh! Jangankan teman hidup, teman berkawan pun harus memilih yang baik dan saleh. (Baca juga: Fenomena Toxic Friend Menyadarkan Kita, Memilih Teman Adalah Hal yang Sah dan Wajar). Jadi, arti memilih ini yang bagaimana sih?

Melihat salah satu akun di unggahan Instagram, ada yang menurutku menarik dibahas. Hal ini bisa membantu dalam menentukan apakah dia yang datang layak untuk diperjuangkan atau ditinggalkan. Setidaknya pastikan tiga hal ini pada calon pasanganmu sebagai pertimbangannya. Yuk cek!

1. Seiman

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لاِرْبَعٍ: لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا. فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Dari Abi Hurairah RA, Rasulullah saw bersabda, “Wanita itu dinikahi karena empat hal. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Namun dari empat itu paling utama yang harus jadi perhatian adalah masalah agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat." (HR. Bukhari Muslim).

Mengapa keimanan yang baik harus jadi pertimbangan paling awal? Sebab apabila seseorang baik agamanya, maka secara tidak langsung akan baik pula di kehidupan dunianya. Hal ini menjadi sesuatu yang sangat penting dalam pernikahan, karena hal tersebut menjadi pondasi yang akan mempengaruhi dalam kehidupan keluarga. Sebagaimana Allah telah menyampaikan di dalam ayat-Nya.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ 

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6).

Untuk dapat memelihara diri dan keluarga dari api neraka tentunya perlu akidah dan akhlak yang baik kan? Maka boleh saja melihat seseorang dari fisik atau hartanya, tetapi jangan jadikan itu prioritas utama ya.

2. Semain

Sebagaimana memilih kawan yang sefrekuensi, memilih pasangan hidup juga sama halnya. Semain berarti adanya kesamaan, mau itu lewat hobi, kesukaan, atau minat. Bukankah kita lebih nyaman ketika bareng teman yang sefrekuensi? Ya karena obrolannya bisa nyambung, bisa saling bertukar pendapat dan pikiran, saling mengerti dan memahami. Tak jarang aku melihat temanku yang cinta lokasi dan akhirnya menikah. Ada yang sesama enterprenur, ada yang sesama fotografer, ada yang sesama jurusan. Karena ya memang adanya kesamaan ini membuat hati lebih cenderung tertarik.

Namun diingatkan kembali sesuai urutan pertama, satu iman dan satu paham dalam agama adalah hal yang tak bisa dilewatkan walaupun semisal kamu dapat seseorang yang sehobi. Allah juga memberi pesan kepada umat manusia, bahwa menjadi baik adalah keharusan. Sebab cerminan pasanganmu adalah kamu sendiri.

اَلْخَبِيْثٰتُ لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِۚ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِۚ اُولٰۤىِٕكَ مُبَرَّءُوْنَ مِمَّا يَقُوْلُوْنَۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ ࣖ

“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS. An-Nur : 26).

Oleh karena itu kalau ingin memiliki teman hidup yang baik, pastikan dirimu telah berada di lingkungan yang baik pula ya. Karena orang baik, mainnya ya di tempat yang baik juga, hehe.

3. Se-aamiin

Kalau sudah punya gambaran sosok yang seiman, semain, nah ada satu lagi nih yang bisa dijadikan pertimbangan untuk memilih seseorang. Yaitu bersamalah dengan dia yang meng-aamiin-kan doa-doamu. Artinya ya satu visi dan misi. Memiliki tujuan yang sama dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Agar kelak bisa saling mendukung dan menguatkan hingga tujuan pernikahan tercapai.

“Menikah itu bukan tujuan. Namun menikah adalah kendaraan yang dapat membuat lebih cepat untuk mencapai tujuan yang diinginkan.” ⎯Felix Siauw.

Maka sangat penting sebelum kamu memutuskan untuk mencari teman hidup, pastikan kamu sudah mempunyai visi dan misi menikah. Agar kelak tidak terombang-ambing karena tidak memiliki hal-hal yang akan dicapai bersama. Dengan visi dan misi yang sama, maka hal-hal yang nantinya akan dijalani lebih tertata. Selayaknya tujuan menikah adalah ibadah karena Allah. Maka visi dan misi dari ibadah pun akan diikuti dengan hal-hal yang diridai Allah. Semisal berkomitmen untuk semngat mencari maisyah, mendidik anak dalam meneruskan perjuangan agamanya Allah, dan prinsip-prinsip lainnya yang berhubungan dengan terciptanya keluarga harmonis dan se-aamiin itu.

Nah itu dia beberapa tips yang semoga dapat membantumu memilih teman hidup. Tentunya dengan ikhtiar memperbaiki diri agar pantas disandingkan dengan yang terbaik ya! Terakhir, jangan lupa untuk istikharah. Mintalah tanpa lelah pada-Nya untuk mengoreksi kriteria yang telah kamu buat. Agar dia yang datang tak hanya sesuai keinginanmu, tetapi juga sesuai kebutuhanmu. Untuk kapan dan siapanya, biarkan Allah yang menentukan. Jangan khawatir karena Allah telah berjanji dalam ayat-Nya.

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).” (QS. Az-Zariyat : 49).

Redaktur: Prita K. Pribadi