Bahaya Masturbasi serta Tips Untuk Berhenti Melakukannya

Pelaku masturbasi ini kebanyakan berasal dari kalangan remaja. Karena ketiadaan pasangan untuk melakukan aktivitas seksual, akhirnya membuat para remaja memilih masturbasi sebagai solusi.

Bahaya Masturbasi serta Tips Untuk Berhenti Melakukannya
Ilustrasi seorang pria yang sedang melakukan masturbasi. Sumber: Canva

Setiap manusia yang terlahir ke dunia tentu tak terlepas dari berbagai anugerah yang melekat pada dirinya. Salah satu bentuk anugerah yang Allah berikan yaitu kebutuhan dasar berupa kepuasan seksual. Sebagian orang menyalurkan kebutuhan seksual bersama pasangan halalnya dengan didahului proses pernikahan. Sebagian yang lain berani melanggar norma yang ada untuk memenuhi nafsu syahwatnya dengan berzina. Namun, di antara dua golongan tersebut, ada sebuah golongan yang mengambil jalur alternatif untuk memperoleh kepuasan seksual, yaitu dengan cara masturbasi yang dianggap lebih baik daripada zina karena tidak menyalahi norma.

Lalu, adakah teman-teman di sini yang belum tau apa itu masturbasi? Kalau memang ada, saya akan coba sedikit menjelaskan apa itu masturbasi. Jadi, masturbasi atau dalam istilah lain disebut onani, dapat diartikan sebagai suatu tindakan memberikan rangsangan seksual pada diri sendiri dengan cara menyentuh, meraba, memijat, atau memainkan alat kelamin. Tujuannya adalah untuk mencapai orgasme atau klimaks, layaknya berhubungan intim dengan pasangan.

Nah, pelaku masturbasi ini kebanyakan berasal dari kalangan remaja, baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini tak dapat dipungkiri, karena ketiadaan pasangan untuk melakukan aktivitas seksual, akhirnya membuat para remaja memilih masturbasi sebagai solusi. Tentu berbeda dengan orang yang sudah menikah dan memiliki pasangan. Meski terkadang ada beberapa orang yang sudah menikah namun tetap melakukan masturbasi dengan berbagai alasan.

Dalam praktiknya, beberapa orang sampai menggunakan foto lawan jenisnya sebagai bahan khayalan ketika melakukan masturbasi. Sebagaimana postingan injo.id pada tanggal 11 April 2021 yang lalu melalui akun instagramnya.

Unggahan injo.id (11/04). Sumber: instagram.com/injo.id

Postingan tersebut berisi screenshoot percakapan antara seorang lelaki dengan perempuan. Lelaki itu mengakui bahwa dia beberapa kali menggunakan foto si perempuan sebagai bahan onani. Bahkan terbaca jelas dalam screenshoot tersebut, pihak perempuan merasa tidak nyaman akan perbuatan lawan jenisnya. Menandakan bahwa masturbasi ini bisa saja menimbulkan dampak negatif tersendiri bagi orang lain, dalam kasus di atas adalah objek masturbasinya.

Selain contoh kemungkinan dampak negatif di atas, ada juga loh dampak negatif lainnya. Namun ternyata dampak positifnya ada juga. Terkait hal ini, banyak spekulasi yang mencuat mengenai dampak dari masturbasi. Ada pernyataan yang menyebutkan bahwa aktivitas seksual ini mampu membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Ah, masa iya sih?

Untuk mengetahui kebenaran hal tersebut, saya pun mencoba menghubungi Bapak Delvi Padian, M.Psi, seorang psikolog yang saya jumpai melalui fitur chat dokter yang terdapat pada aplikasi Alodokter. Ketika saya menyinggung manfaat masturbasi, beliau membenarkan hal itu. "Onani untuk beberapa hal memang bisa membuat tenang karena efek saat sudah mencapai klimaks," tulis Pak Delvi via forum chat Alodokter pada Minggu (06/06).

Beliau juga menambahkan, walau dapat memberi manfaat, masturbasi juga bisa berisiko, terutama jika terlalu sering dilakukan, "Namun, kalau berlebihan bisa berdampak pada psikis dan bisa menjadi ketergantungan," jelasnya.

Untuk menambah sudut pandang terkait bahaya masturbasi saya juga bertanya kepada dr. Elsa Prima Putri, seorang dokter umum. Ternyata jawaban dr. Elsa senada dengan jawaban Pak Delvi sebelumnya, "Terdapat beberapa efek samping dari kebiasaan masturbasi terutama jika dilakukan secara berlebihan," kata beliau, yang juga saya wawancara melalui fitur chat Alodokter (06/06).

Kemudian dr. Elsa menyebutkan beberapa efek samping dari masturbasi, di antaranya; iritasi pada kelamin akibat gesekan, mudah mengalami gelisah, pikiran menjadi sulit fokus sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, timbulnya perasaan bersalah, kesulitan mendapat hasrat atau kepuasan seksual, serta terkendala saat menjalin hubungan dengan pasangan.

Weladalah, ternyata tak sedikit dampak negatif yang bisa terjadi akibat masturbasi. Lalu, bagaimana kacamata Islam memandang fenomena ini? Mari kita intip kembali firman Allah dalam QS. Al-Mu'minun : 5-7.

*وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ * إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ * فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

“Dan (orang-orang yang beriman adalah) orang-orang yang menjaga farjinya, kecuali terhadap istri-istri mereka dan budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela. Barang siapa yang mencari selain itu (istri dan budak), maka mereka itu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Mu’minun : 5-7)

Dari ayat di atas, dapat kita tarik pemahaman bahwa masturbasi merupakan perbuatan melampaui batas yang tak sepantasnya dilakukan oleh orang-orang yang beriman. Dalam sebuah hadis dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

 سَبْعَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَا يُزَكِّيهِمْ، وَلَا يَجْمَعُهُمْ مَعَ الْعَامِلِينَ، وَيُدْخِلُهُمُ النَّارَ أَوَّلَ الدَّاخِلِينَ، إِلَّا أَنْ يَتُوبُوا، فَمَنْ تَابَ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ: نَاكِحُ يَدِهِ، وَالْفَاعِلُ، وَالْمَفْعُولُ بِهِ، وَمُدْمِنُ الْخَمْرِ، وَالضَّارِبُ وَالِدَيْهِ حَتَّى يَسْتَغِيثَا، وَالْمُؤْذِي جِيرَانَهُ حَتَّى يَلْعَنُوهُ، وَالنَّاكِحُ حَلِيلَةَ جَارِهِ

“Ada 7 golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat dan Allah tidak mau mensucikan mereka (dari dosa-dosanya) dan Allah tidak mau mengumpulkan mereka bersama orang-orang yang beramal kebaikan. Dan Allah akan memasukkan mereka ke neraka sebagai orang-orang yang pertama kali masuk neraka, kecuali jika mereka bertaubat. Dan barang siapa yang bertaubat, Allah pasti menerima taubatnya. (7 Golongan itu ialah) Orang yang menikahi tangannya (onani/masturbasi), orang yang mengerjai & yang dikerjai (homoseks/lesbian), dan orang yang membiasakan minum arak, dan orang yang memukul kedua orang tuanya hingga meminta tolong, dan orang yang menyakiti tetangganya sehingga mereka melaknatinya, dan orang yang berzina dengan istri tetangganya.” (HR. Al-Baihaqi Fii Si’abul Iman, No.5232)

Membaca hadis di atas bikin bulu kuduk jadi merinding. Menjadi ancaman yang sangat menakutkan bagi hamba yang beriman. Betapa bencinya Allah terhadap orang yang melakukan masturbasi hingga Allah enggan untuk melihat orang tersebut pada hari kiamat dan Allah jadikan mereka sebagai golongan yang pertama masuk neraka. Naudzubillahi mindzalik.

Meski begitu, besar kasih sayang Allah melebihi murkanya Allah. Allah menawarkan kesempatan taubat bagi hamba yang menyesali perbuatannya. Bersyukurlah, Allah pasti akan menerima taubat nasuha dari hambanya yang berdosa. Masih ada kesempatan untuk berhenti dari masturbasi.

Nah, selanjutnya saya akan memberikan beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar bisa terhindar dan berhenti dari kenikmatan semu yang ditawarkan oleh masturbasi. Check it out!

1. Mendekatkan diri pada Allah lewat ibadah yang lebih khusyuk

Salah satu bentuk mendekatkan diri pada Allah atau taqarrub ilallah adalah dengan memperbaiki shalat, terutama shalat wajib 5 waktu. Memperbaiki waktunya, gerakannya, bacaannya, kekhuysukkannya, serta tuma'ninahnya, sehingga shalat kita diterima oleh Allah. Orang yang sudah rajin shalat tapi tetap rutin bermaksiat, berarti ada yang salah dengan shalatnya. Sebab, selain sebagai amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat, shalat juga bisa mencegah kita dari perbuatan maksiat.

.....وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ....

"...dan tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan kemungkaran." (QS. Al-Ankabut : 45)

2. Hapus, unfollow, dan uninstall segala sesuatu yang dapat memancing syahwatmu

Nafsu syahwat manusia tidak akan terusik kecuali jika ada pemicunya. Ketika seseorang melihat porno, tayangan-tayangan erotis, adegan telanjang atau setengah telanjang melalui berbagai media, di sinilah syahwat itu mulai terangsang. Maka kita harus menjauh dari pengaruh-pengaruh negatif yang dapat mempengaruhi bergejolaknya nafsu birahi.

3. Sibukkan dirimu dengan aktivitas-aktivitas yang positif dan bermanfaat

Suatu kegiatan dikatakan bermanfaat jika bisa mendatangkan tiga hal, yaitu ilmu, pahala, dan rezeki. Pastikan aktvitas yang kita lakukan mengandung salah satu atau bahkan ketiga hal tersebut. Kamu dapat mempertimbangkan untuk melakukan hobi baru atau mempelajari keterampilan baru, sehingga waktu luangmu akan habis dengan hal-hal positif.

4. Miliki amalan andalan, yang mengotomatisasi membuat hari-hari kita selalu ingat pada Allah

Banyak sekali amalan sunah yang bisa kita lakukan seperti shalat sunah, puasa sunah, membaca atau menghafal al-quran, berdzikir, dan amalan lainnya. Pilihlah amalan yang sekiranya mampu kita lakukan secara rutin, atau bisa kita sebut sebagai amalan andalan. Secara sederhana, amalan andalan merupakan amalan sunah yang kita wajibkan untuk diri kita sendiri. Amalan yang karena rutin kita lakukan, bisa kita andalkan sebagai sumber pahala kita. Ketika kita merasa bahwa hal itu merupakan kewajiban, maka kita akan selalu berupaya meluangkan waktu untuk mengerjakannya.

Beruntung sekali kita terlahir sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Ketika kita berbuat dosa, Allah tidak langsung menyiksa. Allah memberi kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Oleh karena itu, bagi teman-teman yang ndilalah diqodar terlanjur bermasturbasi, jangan berputus asa,  segeralah bertaubat selagi sempat. Every breath is a second chance.

Semoga bermanfaat :)

Redaktur: Dyah Ayu N. Aisyiah