Berkurban Minim Sampah Plastik? Bisa Kok!

Bertepatan dengan Bulan Bebas Kantong Plastik Sedunia yang berlangsung di bulan Juli ini, kita bisa memberi saran untuk meminimalkan penggunaan kantong plastik pada pembagian daging kurban nanti. Solusi pengganti plastik untuk membagikan daging hewan kurban ke masyarakat adalah bisa menggunakan besek bambu, daun pisang, atau mungkin dengan membawa wadah pribadi masing-masing.

Berkurban Minim Sampah Plastik? Bisa Kok!
Berkurban tanpa kantong plastik. Sumber: mmc.kalteng.go.id

Memasuki suasana Hari Raya Iduladha seperti saat ini, berbagi daging menjadi momen yang turut mewarnai. Meski sebagian besar dari kita tak bisa secara langsung meramaikan penyembelihan kurban karena PPKM, namun bukan menjadi alasan untuk tak ikut berkurban. Kita masih bisa melakukan kurban online atau menyerahkan proses penyembelihan kepada ‘tukang jagal’ hewan. Pembagian daging pun tetap dapat dilaksanakan.

Sayangnya, pembagian daging ini bisa saja malah membawa masalah baru. Ya, masalah sampah. Berkat kantong plastik yang masih menjadi andalan utama sebagai media pembagian daging kurban. Selain karna menjadi lecek dan bau, kantong plastik bekas kurban juga biasanya meninggalkan darah. Akibatnya plastik bekas daging kurban itu seringkali hanya berakhir di tempat sampah tanpa bisa dimanfaatkan ulang. Menambah penumpukan sampah plastik bukan? Padahal tanpa menunggu momen kurban pun, masyarakat kita sudah berbelit dengan permasalahan sampah.

Sampah plastik berserakan di mana-mana. Tak kenal kawasan pedesaan atau perkotaan, tak juga kenal daratan maupun perairan, dihiasi sampah plastik dengan beragam warna sebagai pemanis. Rasa-rasanya sudah sering bukan kita menjumpai keadaan seperti itu? Lalat yang turut memenuhi, serta bau tak sedap yang tak jarang tercium saat melintasi sungai yang penuh dengan sampah. Tercatat berdasarkan data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Wah, ternyata banyak banget ya!

Padahal Allah memerintahkan kita untuk membersihkan diri dan menjaga kesucian, sedangkan menjaga kebersihan lingkungan termasuk dalam usaha kita menjaga kesucian tempat untuk beribadah. Tertulis dalam surat Al Baqarah ayat 222

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri.

Dengan sangat banyaknya sampah plastik  yang sudah mencemari lingkungan ini, masih bisakah kita merealisasikan berkurban dengan minim sampah tahun ini? Bisa! Jawabannya bisa! Akan selalu ada jalan untuk kita yang mau berubah ke jalan yang lebih baik. Salah satu upayanya adalah dengan turut sertanya kita memberi saran ketika diminta dalam forum musyawarah menjelang iduladha yang dilaksanakan di tempat kita masing-masing. 

Bertepatan dengan Bulan Bebas Kantong Plastik Sedunia yang berlangsung di bulan Juli ini, kita bisa memberi saran untuk meminimalkan penggunaan kantong plastik pada pembagian daging kurban nanti. Solusi pengganti plastik untuk membagikan daging hewan kurban ke masyarakat adalah bisa menggunakan besek bambu, daun pisang, atau mungkin dengan membawa wadah pribadi masing-masing. Bahan bahan pengganti plastik sekali pakai tersebut selain mengurangi dampak sampah di lingkungan, juga bisa digunakan ulang loh! Bisa sebagai tambahan kompos, bisa terurai oleh mikroba lebih cepat kalau pakai bioplastik, dan bahkan besek bambu bisa dipakai lagi menjadi pot tanaman kita di rumah! Waaah, anti mubazir deh!

Contoh penggunaan besek bambu pada saat pembagian daging kurban. Sumber: jakrev.com

Melalui adanya upaya kita untuk merubah pola penggunaan plastik, berarti  kita juga ikut serta dalam menjaga kebersihan bumi kita, sekaligus bumi yang juga akan dihuni oleh generasi setelah kita. Selain perkara pembagian daging, kita pribadi juga bisa memulai dari hal-hal sederhana seperti membawa botol minum sendiri ketika acara penyembelihan kurban berlangsung alih-alih minum dari gelas plastik. Sebagaimana dulu Nabi minum mennggunakan qirbah, atau wadah minum berbahan dasar kulit. Hal itu menunjukkan pada kita bahwa Rasulullah juga teramat peduli dengan bumi yang dihuninya.

Contoh qirbah atau tempat minum seperti zaman Nabi. Sumber: qirbah.blogspot.com

Menarik dan bermanfaat bukan idenya? Kalaupun pada kurban kali ini sudah terlanjur melakukan pembagian daging dengan plastik, kamu dapat menyimpan ide ini untuk kurban tahun depan. Insyaallah jika kita masih menjumpai lagi.

Dalam pandangan Islam pun, kebersihan adalah hal yang baik bukan? Menjaga lingkungan kita tetap bersih, berarti menjaga keimanan kita juga! Yuk cintai lingkungan kita!

 Redaktur : Dyah Ayu N. Aisyiah