Cantik dari Hati, Tak Sekadar Kosmetik

Cantik diwajah kiranya bukan patokan menjadi “cantik”. Selain berkosmetik, Wardah mengajak untuk menggunakan produk yang dijamin halal agar segala sesuatu yang dikenakan menjadi lebih barokah. Maka kebarokahan itulah yang akan memancarkan cahaya diwajah. Dari hati naik ke wajah, dari halal naik ke cantik. Cantik yang sebenar-benarnya.

Cantik dari Hati, Tak Sekadar Kosmetik
Ayana Moon, Dewi Sandra, dan Tatjana Shapira menjadi brand ambassador produk Wardah. Sumber: review.bukalapak.com

Apa sih yang ada dibenakmu kalau dengar kosmetik Wardah? Nuansa desainnya aja udah mencerminkan banget menurutku. Warna biru yang kinclong dan tulisan Wardah berwarna putih dengan font yang gak macem-macem, memberi kesan produknya berkonsep kalem banget. Apalagi kalau lihat iklannya. Pertama kali, yang aku ingat, bahwa produk asli Indonesia ini diiklani oleh aktris senior yang baru berhijab pada saat itu, Dewi Sandra. Waktu itu, kalau gak salah tren berhijab sedang maju-majunya. Banyak aktris yang berhijrah pakai kerudung hingga banyak influencer jebolan instagram yang berhijab jadi hits banget semisal Dian Pelangi, Erlinda Yuliana atau terkenal dengan username-nya @joyagh, dan lain sebagainya.

Tren hijab ini dibarengi dengan kehadiran produk Wardah yang menjadi pelopor kosmetik halal di Indonesia. Kampanyenya pun sangat menarik: “Halal dari Awal”. Hal itu sekaligus dimanfaatkan oleh Wardah untuk mengajak masyarakat menyelami gaya hidup halal sedini mungkin. Pesan tersiratnya, tentu menurutku lagi, halal menjadi panggilan dari hati seseorang. Cantik diwajah kiranya bukan patokan menjadi “cantik”. Selain berkosmetik, Wardah mengajak untuk menggunakan produk yang dijamin halal agar segala sesuatu yang dikenakan menjadi lebih barokah. Maka kebarokahan itulah yang akan memancarkan cahaya diwajah. Dari hati naik ke wajah, dari halal naik ke cantik. Cantik yang sebenar-benarnya.

Balik lagi ke desain dan warna kalem, yang sangat mewakilkan konsep produk halal ini lebih terkesan suci. Kekuatan warna dalam dunia branding menjadi emosional bagi para konsumen. Seperti penjelasanku berikut, kenapa Wardah cocok banget dengan warna simpelnya ini? Biru menjadi warna yang alami seperti laut dan langit. Biru juga mewakili makna ketulusan, iman, dan surga. Sementara warna putih selalu dikaitkan dengan hal yang positif, bersih, cemerlang. Belum lagi pemilihan jenis huruf wardah yang tegak dan tipis, lalu dihiasi garis halus seperti air diatas huruf ‘a’. Kombinasi warna dan desain tulisan itu memberi kesan kemurniannya.Logo wardah dengan khas warna biru tosca. Sumber : www.wardahbeauty.com

Tim injo.id mencoba untuk melakukan survey yang dilakukan pada tujuh wanita karier di Bandung, dominan dari mereka menyebutkan bahwa kesan halal adalah penggambaran pada produk ini. "Dengar kata Wardah itu yang ada dipikirannya produk kecantikan dengan label halal," kata salah satu wanita yang kami temui di kantor kerjanya, Rabu (10/03). Selain kesan halal yang dipancarkan Wardah, juga terdapat jawaban lain yaitu mbak-mbak SPG dengan seragam ciri khas warna biru mudanya, dan produk yang mencerminkan cantik alami.

Mereka juga menambahkan, Wardah nyaman dan aman digunakan, serta sangat worked dikulit. Dari berbagai jenis produk keluaran Wardah, tiga dari tujuh wanita paling suka dengan jenis produk lightening, sedangkan tiga dari tujuh wanita lainnya lebih menyukai lipstick.

Bicara dunia skin care dan make up, dewasa ini memang semakin melesat perkembangannya. Produk lokal semakin berinovasi dan saling berlomba-lomba tak mau kalah. Kehadiran Wardah memberi warna baru dengan menimbulkan ciri khas halal, yang kalau kita tanya keyword dari Wardah ini apa? Jawabannya adalah muslim! Tampaknya ketenaran ciri khas Wardah belum ada yang bisa mengalahkan. Produk muslim hits mana yang lebih terkenal daripada Wardah? Nah loh!

Keuntungannya pun lebih luas, tak hanya akan dipakai oleh kalangan muslim, melainkan sah-sah saja jika dipakai oleh semua umat manusia termasuk non muslim, tak memandang batasan dan larangan. Apalagi label halal yang dipercaya akan keamanannya, meminimalisir reaksi alergi atau semacamnya.

Wardah, brand kosmetik yang berdiri sejak tahun 1995 ini berada dibawah naungan PT. Paragon Technology and Innovation (PT. PTI), yang didirikan oleh Nurhayati Subakat, Komisaris PT. PTI. Namun, butuh empat tahun bagi Wardah untuk dinobatkan sebagai pelopor merek kosmetik halal di Indonesia oleh World Halal Council yaitu pada tahun 1999. Mulai dari proses pengembangan hingga produksi, Wardah mengutamakan kualitas dan faktor halal. Artinya produk halal keluaran Indonesia ini sudah diakui secara Internasional.

Konsep halal ini sudah ada sejak 24 tahun lalu, sayangnya saat itu belum dikenal masyarakat luas. Baru sekitar 20 tahun setelah kehadiran Wardah, tren global menunjukkan permintaan yang tinggi terhadap produk berlabel halal. Permintaan ini datang bukan hanya dari masyarakat muslim, tetapi juga non muslim yang telah menjadikan produk halal sebagai sebuah gaya hidup. Label halal dianggap dapat memberikan jaminan akan kualitas dan keamanan produk.

Produk kecantikan ini juga mudah ditemukan dikalangan mana saja, mulai dari warung dipinggir jalan hingga drugstore terkenal. Konsumsi terkait skin care dan make up juga sepertinya masih banyak diminati terutama bagi kaum hawa, walaupun Covid-19 masih menggentayangi dunia. Terlihat dari salah satu toko kawakan ciri khas Bandung, Toko Mahmud masih buka. Sama halnya drugstore terkenal seperti Guardian dan Watson. Bahkan diantaranya membuka penjualan online.

Menurut penelitian yang dilakukan Eu Indonesian Business Network New (EIBN) Report Sector Cosmetics mengenai Pertumbuhan Pasar kosmetik Indonesia, berikut grafik mengenai perkiraan peminat produk kecantikan di Indonesia.

Pasar kosmetik di Indonesia menjadi salah satu yang terdepan dalam pertumbuhan setiap tahunnya. Penelitian yang dimulai dari tahun 2010 ini menunjukan perkembangan hasil dari penjualan produk kosmetik mencapai 2.115 Juta US Dollar atau setara dengan harga Rupiah saat itu 1$= 9.800 yakni Rp 20.727.000. Pertumbuhannya selalu meningkat dengan perjalanan 11 tahun, yakni pada 2021 telah mencapai dua kali lipat lebih, dengan perhitungan 1$ = Rp 14.410 berarti mencapai Rp 69.845.270. Kosmetik menjadi peminat terbanyak dibanding skin care dan jenis perawatan lainnya.

Dari sepanjang perjalanan Wardah, aku merangkum poin-poin penting apa saja yang menjadikan produk ini sebagai pelopor kosmetik halal yang berpengaruh di Indonesia. Yuk kita intip!

  1. Memastikan Kandungan HalalLogo Halal MUI (Majelis Ulama Indonesia) Sumber : duniahalal.com

Semua produk Wardah mengikuti algoritma pengurusan halal dari LPPOM MUI, bahan-bahan yang terdaftar dalam produk harus halal, sesuai dengan syariat islam.

“Halal di sini berarti menggunakan bahan baku yang aman bagi kulit dan sesuai hukum Islam, serta memiliki proses produksi yang sesuai dengan syariat Islam dan tidak menyakiti makhluk hidup lain,” kata Direktur Research and Development, PT Paragon Technology & Innovation dr. Sari Chairunnisa, SpKK, yang dilansir dari jawapos.com, (11/03).

  1. Tanpa Animal Testing/ Uji Coba Pada Hewan

Beberapa produk kosmetik melakukan uji kelayakan kulit manusia dengan menggunakan pengetesan pada binatang, Tapi Wardah tidak mau melakukan ini karena termasuk perlakuan dzolim pada makhluk hidup. Sebagai gantinya, Wardah melakukan pengujian formula dilakukan dengan dua tahap yaitu safety dan efekasi yang dilakukan selama tiga bulan dengan pengawasan dokter.

“Pengujian formula ada berupa tahapan safety dilakukan untuk menguji keamanan formula untuk kulit yang meliputi uji iritasi (single past test), alergi (repeat past test), dan pemakaian di wajah," jelas dr. Sari dikutip dari laman yang sama.

"Tahapan efekasi sendiri yakni pengujian kandungan dalam produk yang berdampak pada wajah. Misalnya, kaya white secret, akan diuji dulu pakai alat yang menghitung kadar melanin dan lihat foto before after-nya,” lanjutnya. 

  1. Cek Validasi Halal

Dengan begini produk yang udah dijamin kehalalannya, sudah semua produk terdaftar di  halalmui.org dan nggak akan ragu-ragu lagi untuk menggunakan produk ini.

Menjadi produk pelopor muslim di negeri ini, Wardah tampak berperan penting dalam kemajuan industri kosmetik. Tak hanya menjadi cantik bersama Wardah, melainkan mengedepankan kesehatan dan keamanan masyarakatnya. Coba nih check and re-check lagi make up dan skin care kamu! Menjalankan sunnah Nabi yakni membersihkan dan merawat diri amat perlu, diikuti dengan aturan-aturannya ya guys! Cantik aja nggak cukup. Halal dan syar’i jangan sampai luput dari perhatian kamu! Sharing dikolom komentar yuk, pakai produk halal apa buat mempercantik diri kamu?

Redaktur: Prita K. Pribadi