Cermat Memilih Hewan Kurban, Apa Saja Kriterianya Menurut Syariat Islam?

Bicara soal hewan kurban, tentu tak sekadar soal “berkurban” atau “sunah” saja. Melainkan memerhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi agar ibadah kurban terasa berkahnya. Jika tidak sesuai syariat islam, ibadah tersebut malah tidak akan diterima. Naudzubillahi min dzalik…. Pasti enggak mau kan?

Cermat Memilih Hewan Kurban, Apa Saja Kriterianya Menurut Syariat Islam?
Hewan kurban yang berjajar di peternakan. Sumber: kompas.com

Salah satu momentum yang tidak kalah istimewa bagi umat muslim adalah merayakan hari raya Iduladha. Ibadah tiap tahun ini juga menjamin pahala yang begitu besar dari Allah.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada hari dimana suatu amalan baik yang dikerjakan di hari itu yang lebih dicintai oleh Allah dari pada hari ini yakni 10 hari di bulan Dzulhijjah. Mereka (sahabat) berkata: wahai Rasul dan tidakkah jihad fii sabilillah, Itu bisa mengalahkan afdolnya hari itu? lalu Rasul bersabda: walaupun jihad fii sabilillah  itu masih kalah besar pahalanya dibanding pahala di 10 hari dzulhijjah ini kecuali yang bisa membandingi hari ini adalah seorang laki-laki yang keluar dengan membawa dirinya dan juga hartanya akan tetapi dia kembali tidak dengan membawa sesuatu pun (dia meninggal dalam perang sehingga tinggal namanya saja).”

Senada dengan hadis di atas, betapa besarnya pahala ibadah Iduladha ini bukan? Maka sudah sepatutnya umat Islam banyak bersyukur atas kenikmatan yang diberikan Allah.

Alhamdulillahi rabbil alamin....

Selain tawaran pahala yang begitu besar, ibadah kurban yang jatuh pada esok hari ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada-Nya. Tak hanya itu, momentum ini membuat kita saling memperkuat hubungan antar manusia. Sebagaimana hikmah kurban di dalamnya, hal itu amat mengajarkan manusia untuk saling berbagi kebaikan satu sama lain. Tak kelupaan juga dengan bonus nikmat yang dikasih oleh Allah. Yap! Nikmat mana lagi selain bisa menyantap daging hewan kurban ini sepuasnya! Bahkan masih bisa dinikmati untuk beberapa hari ke depan tanpa rasa bosan dengan berbagai jenis masakan, hihi.

Nah! Bicara soal hewan kurban, tentu tak sekadar soal “berkurban” atau “sunah” saja. Melainkan memerhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi agar ibadah kurban terasa berkahnya. Jika tidak sesuai syariat Islam, ibadah tersebut malah tidak akan diterima. Naudzubillahi min dzalik…. Pasti enggak mau kan?

Kalau gitu, langsung saja simak yuk penjelasan mengenai hewan kurban yang sesuai syariat Islam.

1. Memilih Hewan Ternak

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ

"Dan bagi tiap-tiap umat, telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah diberi oleh Allah kepada mereka". (Q.S. Al-Hajj : 34).

Dari potongan ayat tersebut maka ditekankan bahwa pemilihan hewan kurban harus dari golongan hewan ternak. Diantaranya ada unta, sapi, kambing atau domba. Maka, hewan jenis lainnya dikatakan bukan syarat sah hewan kurban misalnya hewan unggas seperti ayam, bebek, angsa. Mereka tak termasuk. 

2. Hewan Kurban Mesti Musinnah (Berumur)

عَنْ جَابِرٍ قَالَ: «قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: لَا تَذْبَحُوا إلَّا مُسِنَّةً إلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنْ الضَّأْنِ

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, beliau berkata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah kalian menyembelih hewan kurban, kecuali yang telah musinnah, terkecuali kalian sukar memperolehnya, maka sembelihlah domba yang jadza'ah.” (HR. Muslim).

Lebih rincinya, usia minimal yang harus dicapai hewan kurban menurut syariat Islam sebagai berikut.

  • Unta harus sudah berumur 5 tahun sempurna atau masuk umur 6 tahun,
  • Sapi harus berumur 2 tahun sempurna atau masuk umur 3 tahun, dan
  • Kambing harus berumur 1 tahun sempurna.

Jika umur hewan ternak di atas sudah melebihi batas umur minimalnya, sebaiknya jangan juga yang terlalu tua umurnya. Sebab, hewan yang terlalu tua biasanya memiliki daging yang tidak empuk lagi saat dikonsumsi.

Satu lagi catatan khusus si kambing nih! Agar pemilihannya yang perawakan besar, gemuk, bertanduk, warnanya belang, dan dikebiri (sifatnya tidak wajib, namun jika tanpa dikebiri kambing yang memiliki nafsu makan baik maka akan lebih bagus).

Selain itu, tim INJO.ID juga memberi referensi buat kamu tentang tanda-tanda hewan yang cukup umur untuk bisa dikurban. Hal ini diambil berdasarkan aturan dari pemerintah yakni Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan biar lebih lengkap nih!

  • Kambing/ domba: umur 1 (satu) tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.
  • Sapi/ kerbau: umur lebih dari 2 (dua) tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.
  • Tidak kurus.
  • Testis/ buah zakar masih lengkap (2 buah), bentuk dan letak simetris.

3. Larangan pada Hewan Kurban

Tak kalah penting dari segi usia, ternyata pemilihan hewan kurban ini tak semata-mata asal pilih unta, sapi, kambing, atau domba. Melainkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mantap memilih. Hal yang dimaksud adalah larangan hewan kurban yang tak bisa disembelih diantaranya; hewan yang buta, sakit, pincang, kakinya tidak bersumsum, tanduk (apabila bertanduk), telinganya pecah atau robek lebih dari separuh dan robek di bagian lubang telinganya baik sisi depan maupun belakang. Kuncinya, hewan kurban harus sehat dan tidak cacat.

عن البَراءِ بنِ عازبٍ رَضِيَ اللهُ عنه قال: ((سمعْتُ رسولَ الله صلَّى اللهُ عليه وسلَّم- يقولُ: لا يجوز مِنَ الضحايا: العوراءُ البَيِّنُ عَوَرُها، والعَرْجاءُ البَيِّنُ عَرَجُها، والمريضةُ البَيِّنُ مَرَضُها، والعَجفاءُ التي لا تُنْقِي

Dari Al-Barra bin Azib radhiallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda, “Ada empat macam hewan yang tidak sah dijadikan hewan Qurban, yaitu: yang (matanya) jelas-jelas buta (picek), yang (fisiknya) jelas-jelas dalam keadaan sakit, yang (kakinya) jelas-jelas pincang, dan yang (badannya) kurus lagi tak berdaging.” (HR. At-Tirmidzi No. 1417 dan Abu Dawud No. 2420. Hasan sahih).

Masih dari aturan pemerintah yang sama, kami lengkapi informasinya tentang bagaimana sih ciri-ciri hewan kurban yang sehat? Yuk tambah lagi catatannya!

  • Bulu bersih dan mengkilat.
  • Gemuk dan lincah.
  • Muka cerah.
  • Nafsu makan baik.
  • Lubang kumlah mencakup mulut, mata, hidung, telinga dan anus. Semua itu dalam keadaan bersih dan normal.
  • Suhu badan hewan normal 37 derajat celcius atau tidak demam.
  • Tidak kurus.

Berdasarkan uraian di atas, kali ini kita sudah mengetahui kriteria hewan kurban menurut syariat Islam maupun aturan pemerintah. Sehingga disarankan kepada para panitia atau takmir masjid supaya dapat memilih dan membeli hewan kurban sesuai syarat sah tersebut ya! Tak hanya itu, semoga artikel ini pun bisa memberi edukasi bagi setiap pembaca yang hendak memilih hewan kurban.

Semangat beribadah! Sebab ibadah yang sesuai syariat Islam adalah ibadah yang paling baik. Selamat Iduladha 1442 Hijriyah.

Redaktur: Prita K. Pribadi