Dampak Buruk dan Tips Untuk Berhenti dari Kebiasaan Bergadang

“Ketika bergadang, tubuh kita dipacu untuk tidak istirahat, inilah yang kemudian muncul potensi gangguan di organ vital seperti jantung, otak, paru, ginjal, dan lain-lain. Pagi hari dia akan mengantuk, pikiran tidak fokus dan susah berkonsentrasi bahkan sangat mungkin untuk menjadi pelupa karena fungsi otak kurang fresh,” kata Iwah Prestiono, dokter umum di RS. Al-Irsyad Surabaya.

Dampak Buruk dan Tips Untuk Berhenti dari Kebiasaan Bergadang
Ilustrasi seseorang yang bangun pagi dengan keadaan tubuh yang fit. Sumber: Qadal.com

Melalui postingan instagramnya, @muhammadagssaputra menyebutkan bahwa salah satu ciri seorang muslim yang produktif adalah bangun pagi. Secara tidak langsung, bangun pagi ini berkaitan dengan mengatur jam tidur. Muslim yang produktif juga tahu kapan saatnya beraktivitas, kapan saatnya harus beristirahat. Sebab Allah telah membagi waktu terkait hal ini, yaitu terdapat pada QS. Al-Qhasas ayat 73 berikut,

وَمِنْ رَّحْمَتِهٖ جَعَلَ لَكُمُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوْا فِيْهِ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

"Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya."

Seperti itulah cara Allah membagi waktu untuk hamba-Nya. Ada kondisi tertentu yang memperbolehkan untuk bergadang semisal menuntut ilmu, bekerja, atau mengurus kepentingan umat, namun jika hal tersebut dilakukan secara terus menerus maka akan berdampak tidak baik bagi kesehatan. Seperti halnya mereka yang bergadang untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Iwah Prestiono, dokter umum di RS Al-Irsyad Surabaya, mengatakan bahwa 1/3 dari sepanjang hari ideal untuk digunakan sebagai waktu istirahat, sedangkan 2/3 lainnya untuk beraktivitas.

“Ketika bergadang, tubuh kita dipacu untuk tidak istirahat, inilah yang kemudian muncul potensi gangguan di organ vital seperti jantung, otak, paru, ginjal, dan lain-lain. Pagi hari dia akan mengantuk, pikiran tidak fokus dan susah berkonsentrasi bahkan sangat mungkin untuk menjadi pelupa karena fungsi otak kurang fresh,” jelasnya.

Bagi orang yang telah terbiasa untuk bergadang, ia akan merasa sulit untuk mengubah kebiasaannya. Namun bukan berarti kebiasaan tersebut tak bisa diubah sama sekali. Tentu kamu tidak ingin hari-harimu menjadi kurang produktif karena jiwa dan raga yang tidak bugar kan? Nah, di bawah ini ada empat tips yang bisa kamu terapkan untuk mengurangi kebiasaan bergadangmu. Yuk, simak!

1. Luruskan niat

Salah satu privilege seorang muslim adalah semua hal yang dikerjakan dapat berpotensi menjadi ibadah dan berpahala. Yang penting niatnya benar serta ada tuntunannya. Oleh karena itu, niatkan mengatur jam tidur ini sebagai bentuk ibadah untuk mengikuti sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Diriwayatkan dari Abi Barzah,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum salat Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)

Dari hadis tersebut, bisa diketahui bahwa Nabi tidak menyukai ngobrol-ngobrol setelah Isya, sedangkan femonena saat ini justru sebaliknya. Kebanyakan manusia terutama anak muda lebih sering melakukan aktivitas seperti nongkrong, hangout, maupun jalan-jalan setelah salat Isya bahkan hingga larut malam. Imbasnya, jam tidur menjadi berkurang dan ketika memasuki pagi hari, tubuh belum memiliki energi yang cukup. Alhasil salat Subuh yang menjadi kewajiban juga sering terlewatkan. 

Untuk itu, niatkan mengatur waktu tidurmu guna menjaga kesehatan agar badan tetap fit dan segar di pagi hari serta bisa tepat waktu dalam melaksanakan salat Subuh. Saat kita mampu menghilangkan kebiasaan bergadang terutama untuk hal-hal yang kurang berguna, berarti kita telah mengikuti kebiasaan Nabi. Insyaallah hal itu dapat bernilai ibadah dan menghasilkan pahala.

2. Selesaikan sebelum malam

Sejak di bangku sekolah, kita sering diberi tugas. Bahkan hingga masuk ke jenjang perkuliahan dan memasuki dunia kerja, yang namanya tugas adalah hal yang lumrah kita jumpai. Tetapi tak sedikit orang yang menjadikan tugas sebagai alasan untuk bergadang hingga larut malam.

Padahal jika diamati, rata-rata tugas yang diberikan tentu memiliki tenggang waktu yang cukup sehingga bisa diselesaikan tanpa harus bergadang. Namun sayangnya, tak sedikit orang yang lebih senang mengerjakan sesuatu mendekati deadline pengumpulan meskipun tugas tersebut telah diberikan jauh-jauh hari sebelumnya. Alhasil bergadang menjadi “jalan ninja” untuk menyelesaikan tugas.

Maka, untuk menghindari bergadang yaitu dengan tidak mengerjakan tugas pada saat mendekati deadline. Jikalau memang sudah sangat dekat dengan deadline, usahakan dicicil sedari pagi. Sehingga ketika malam tiba, tidak harus mengerjakan dari nol dan bisa selesai lebih awal tanpa perlu bergadang.

“Ah, aku gak ada waktu kalau harus mengerjakan pagi hari. Aku sibuk."

Pertanyaannya, apa benar sibukmu adalah sibuk yang produktif? Bukan sibuk untuk scroll media sosial selama berjam-jam? Yuk! Belajar mengetahui prioritas. Belajar manajemen waktu. Mana yang harus didahulukan, mana yang bisa ditunda. Jika tugas telah selesai, baru buka media sosial. Jangan terbalik ya! Hehe.

3. Tidak tidur pada sore hari

Ketika pagi hingga sore bekerja, sampai di rumah rasanya menjadi moment yang paling ditunggu untuk melepas lelah. Namun jangan gunakan waktu sore ini untuk tidur. Karena ketika malam tiba, kemungkinan mata tidak mengantuk akan sangat besar. Gunakan waktu sore untuk istirahat selain tidur misalnya mandi, minum teh, atau makan. Atau bisa juga kamu gunakan untuk membaca buku, membaca Al-Qur'an, atau untuk zikir petang. Setidaknya biarkan matamu tetap terjaga hingga waktu Isya. Setelah salat Isya, insyaallah tubuh akan terasa semakin lelah dan ingin segera tidur.

4. Kondisikan handphone

Mengondisikan handphone adalah hal penting saat hendak tidur. Ketika badan lelah dan berniat untuk tidur sedangkan handphone masih ada di genggaman, hal itu malah akan membuat mata terus terjaga. Meskipun hanya tebersit, “Aku cek Whatssapp sebentar deh." "Aku coba liat Instagram bentar ah.”

Tanpa disadari, yang sering kamu anggap "sebentar" bisa jadi bermenit-menit bahkan berjam-jam. Selain itu, pada layar handphone terdapat radiasi cahaya yang membuat mata akan tetap terjaga karena ada banyak cahaya warna yang dipancarkan yang sebenarnya juga kurang baik untuk kesehatan mata. Dan uniknya, media sosial ini tak punya batas waktu yang dapat menghentikan pengguna untuk membukanya, maka diri kita sendirilah yang harus memegang kendali untuk berhenti.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengurangi penggunaan handphone ketika mau tidur. Jika perlu, letakkan cukup jauh dari tempat tidurmu.

Nah, itulah beberapa tips yang insyaallah dapat membantumu untuk bisa memperbaiki waktu tidur. Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya ingin memberikan salah satu kutipan dari Tim Ferris, “Jika Anda memenangankan pagi hari, maka Anda akan memenangkan keseluruhan hari itu.” So, jangan sia-siakan waktu yang telah Allah berikan kepada kita. Yuk! Mulai perbaiki hidup dengan hal-hal kecil, salah satunya dengan memperbaiki waktu tidur.

Redaktur: Ubaid Nasrullah