Investasi Syariah Tanpa Mengganggu Ibadah

Bagaimana kehidupan setelah pensiun yang kamu bayangkan? Dapat beribadah dengan tenang dan tidak diburu dengan lelahnya bekerja menjadi harapan banyak orang. Maka dana pensiun perlu kamu persiapkan sejak dini melalui investasi syariah, sehingga tidak mengganggumu dalam mengerjakan ibadah.

Investasi Syariah Tanpa Mengganggu Ibadah
Investasi adalah kegiatan menyimpan dana untuk memperoleh keuntungan. Sumber: Canva

Dunia memang hanyalah tempat singgah, sebagai lahan beribadah, dan berpayah-payah demi kehidupan abadi tanpa gelisah. Sudah pernah dibahas mengenai bahaya hustle culture pada artikel sebelumnya, bahwa menomorsatukan dunia tak selayaknya dilakukan meski beralasan ingin berinfak. Lalu, bagaimana kita menyiasati kebutuhan yang kian menggunung tanpa harus menomorduakan akhirat? Mari kita bahas satu persatu.

Seperti kita tahu, inflasi terus menerus terjadi. Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga barang dengan dibarengi nilai tukar mata uang rupiah yang melemah ini memperkuat alasan banyak orang untuk melakukan investasi.

Coba bayangkan, 10 tahun yang lalu mungkin uang saku sekolahmu cukup dengan bekal paling sedikit 500-1000 rupiah. Itu pun kamu sudah cukup puas dengan jajanan kantin sekolah yang kamu beli dengan uang itu. Sekarang? Bahkan mungkin uang saku 500-1000 rupiah itu tak akan memuaskan keinginan jajan anak SD karena memang harga jajanan dulu dan sekarang sudah berbeda.

Tak hanya masalah jajanan di sekolah, kebutuhan pokok pun tak ayal mengalami kenaikan harga setiap tahunnya. Meski begitu, apakah kita ingin terus-menerus bekerja sampai tua renta karena kebutuhan yang kian mahal ini? Tentunya kita ingin masa pensiun kita diisi dengan ketenangan bersama dengan keluarga bukan? Menikmati masa tua dengan memperbanyak ibadah dan makin mendekatkan diri kepada Allah. Karena tak dapat dipungkiri, makin usia bertambah pastinya kekuatan fisik juga melemah. Kita tak ingin ibadah menjadi tak lancar karena alasan kelelahan mencari sesuap nasi.

Maka agar kita tak payah lagi bekerja di usia tua, kita perlu menyiapkan dana pensiun untuk menutupi kebutuhan di usia lansia nantinya. Bagaimana cara memperkirakan jumlah dana pensiun yang harus kita siapkan? Hal yang harus diperhitungkan yaitu 1) usia saat ini, 2) usia pensiun, 3) harapan hidup hingga usia berapa, 4) pengeluaran perbulan saat ini berapa, 5) perkiraan nilai inflasi tahunan.

Kita ambil contoh mudah untuk kebutuhan dana pensiun kita, katakanlah saat ini kamu berusia 25 tahun, pengeluaran rutin kamu per bulan saat ini 5 juta per bulan. Dengan perkiraan inflasi tahunan sebesar 4%, maka berapa uang yang harus kamu siapkan jika kita ingin pensiun di umur 60 tahun? Katakanlah harapan hidup sampai usia 80 tahun.

Rumusnya begini =

  • Ketahui jangka waktu pensiun

Usia harapan hidup – Waktu mulai pensiun = 80 tahun – 60 tahun = 20 tahun

  • Berapa lama perlu menabung?

Usia pensiun – Usia saat ini  = 60  tahun – 25 tahun = 35 tahun

  • Berapa total dana yang dibutuhkan?

Kita hitung dengan Time Value of Money, kamu bisa menghitung di Microsoft Excel seperti berikut

Perhitungan Dana Pensiun dengan rumus Future Value melalui Microsoft Excel. Sumber: INJO.ID/ayudyahbiru

Dari perhitungan di atas, dapat kita lihat bersama bahwa jika menggunakan skenario seperti contoh maka dana pensiun yang dibutuhkan yaitu Rp 4.735.306.793,05, sekitar 4,7 miliar lah ya. Waaah. Banyak sekali ya ternyata?

  • Berapa yang perlu ditabung tiap bulan?

Dari jumlah di atas, tinggal kita bagi dengan durasi kita menabung dibagi lagi dengan 12 (bulan)

Yaitu Rp 4.735.306.793,05/35/12 = Rp 11.274.539,98, jadi ini lah jumlah yang perlu kamu tabung setiap bulannya untuk mendapatkan pensiun yang tenang tanpa bekerja. Sebagai tambahan, rumus perhitungan di atas juga bisa kamu terapkan untuk persiapan dana lainnya, seperti dana tabungan haji, dana menikah, dan dana pendidikan anak.

Setelah kita hitung bersama, rasanya 11 juta per bulan bukanlah jumlah yang sedikit bukan? Lalu, dari mana saja kita bisa mendapatkan sejumlah pemasukan halal tanpa harus meninggalkan kewajiban ibadah?

Apakah kamu menebak investasi syariah? Yak betul!

Apa sih investasi syariah itu? Investasi syariah adalah suatu kegiatan menyimpan dana dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan sesuai dengan prinsip dan hukum islam. Terbebas dari transaksi yang diharamkan seperti: 1) riba, 2) maysir (perjudian), 3) gharar (ketidakpastian), 4) dharar (penganiayaan, saling merugikan), 5) maksiat (secara langsung atau tidak, melanggar syariat Islam), 6) suht (haram zatnya), dan 7) risywah (suap).

Ciri khas investasi syariah juga dapat dikenali melalui akad saat bertransaksi. Akad yang biasa digunakan beberapa di antaranya yaitu:

  1. akad musyarakah, yaitu akad kerja sama antar dua pihak atau lebih dalam suatu usaha tertentu, dengan penyertaan modal tertentu, dan dengan kesepakatan-kesepakatan tertentu
  2. akad mudharabah, yaitu kerja sama antar dua orang atau lebih dimana pemilik modal mempercayakan modalnya pada pengelola dengan kesepakatan pembagian keuntungan
  3. akad ijarah/sewa, yaitu akad yang memindahkan hak guna atau manfaat obyek ijarah dalam waktu tertentu tanpa diikuti oleh pemindahan kepemilikan

Jadi, investasi apa saja nih yang dapat dikategorikan halal dan sesuai penerapan prinsip syariah?

 1. Investasi Properti (Tanah atau Bangunan)

Kamu dapat membeli tanah ataupun bangunan sesuai kemampuanmu. Berikutnya, kamu dapat menyewakan maupun menjualnya di saat harga properti tersebut sudah naik. Tergantung keuntungan jangka pendek atau jangka panjang yang kamu inginkan.

Bisnis properti ini makin digandrungi karena keuntungan yang dikantongi cukup menjanjikan, harga properti terus cenderung naik. Namun perlu diingat, sebelum memulai bisnis ini kamu harus betul-betul memahami ilmu dasar jual beli yang sesuai syariah islam dan perlu juga berkonsultasi dengan ahli di bidang investasi properti syariah.

 2. Investasi Emas

Manfaat yang sebenarnya dari investasi emas adalah kamu dapat menjaga nilai mata uang yang kamu miliki. Daripada menyimpan uang 1 juta di bawah bantal begitu saja, bisa tergerus inflasi bukan? Maka kamu dapat mempertahankan nilai uangmu dengan cara menyimpannya dalam bentuk emas. Nilai emas sendiri tidak berubah, yang berubah adalah harga jual dan harga belinya. Meski sewaktu-waktu dapat turun, namun kenaikan harganya relatif stabil.

 3. Deposito Syariah/Bagi Hasil

Deposito adalah salah satu instrumen investasi yang paling aman dan rendah resiko. Deposito sendiri adalah produk bank sejenis jasa tabungan yang disimpan dalam jangka waktu tertentu, misal 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan. Tidak seperti Deposito Konvensional yang keuntungannya berdasarkan bunga yang ditetapkan di awal, Deposito Syariah memberikan keuntungannya dari bagi hasil yang disesuaikan dengan keuntungan bersih pengelolaan dana.

Tentunya kamu harus memilih Bank Syariah ya jika ingin berinvestasi pada deposito syariah ini. Saat akan membuka deposito syariah, pihak bank kamu akan meminta kamu sebagai nasabah untuk mengisi akad. Akad yang biasa dipakai adalah akad mudharabah, nasabah berperan sebagai pemilik dana dan bank sebagai pengelola dana. Jadi semakin piawai bank mengelola dana, maka keuntungan yang kamu peroleh juga akan semakin besar.

4. SBSN (Surat Berharga Syariah Negara)/Sukuk

Sukuk merupakan istilah lain dari obligasi syariah. Apa sih obligasi itu? Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan dengan jangka waktu tertentu. Melalui surat utang ini, artinya penerbit utang telah mengakui berutang kepada pembeli obligasi sesuai waktu jatuh tempo yang telah disepakati. Nah, surat utang ini diperjualbelikan kepada masyarakat. Sukuk bisa diterbitkan oleh negara, perusahaan BUMN, maupun swasta.

Proses pembelian sukuk pun sangat mudah, kamu bisa membelinya di bank-bank besar dengan bermodalkan KTP saja. Harga pembelian sukuk ritel bisa berbeda-beda untuk setiap serinya. Seperti contoh sukuk ritel SR014 yang akan jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2024, bisa dibeli dengan pembelian minimal Rp 1 juta hingga Rp 3 miliar.

Nah, itulah ide-ide investasi yang dapat kamu coba untuk finansial yang lebih baik. Selain saran di atas, sebenarnya masih ada juga nih saham syariah dan reksadana syariah. Namun, mengenai saham dan reksadana ini masih memerlukan kajian yang lebih dalam lagi. Maka dari itu, dari saya selaku penulis tidak menyarankan saham dan reksadana terlebih dahulu. Insyaa Allah, terkait saham dan reksadana ini akan dibahas di artikel-artikel berikutnya.

Sampai sini, apakah sudah cukup jelas? Jangan sampai terjebak gambling dengan sistem binary option yang sudah kita bahas sebelumnya ya! Perlu diingat juga, walaupun sudah berlabel syariah, alangkah baiknya tetap di cek terlebih dahulu praktek dan akadnya. Melalui ahli ekonomi syariah sebagai perantara, apakah investasi yang kita pilih sudah sesuai Quran Hadis atau belum.

Bagaimana? Sudah siap berinvestasi?

Berinvestasi memang lebih baik dimulai sedini mungkin, karena hasil investasi dapat kita rasakan dalam jangka panjang, bukan instan.

“I made my first investment at age 11. I was wasting my life up until then,” –Warren Buffet.

 

Redaktur: Prita K. Pribadi