Jacovbathik, Modernisasi Budaya untuk Batikkan Dunia

Bertujuan untuk menampilkan budaya melalui kehidupan sehari-hari yang intens, brand ini diproyeksikan sebagai trend fashion batik bergaya kasual. Tren ini diharapkan menjadi bukti bahwa batik pun bisa turut show up dalam kegiatan non formal sekalipun.

Jacovbathik, Modernisasi Budaya untuk Batikkan Dunia
Ragam model pakaian kasual yang dikolaborasikan dengan batik. Sumber: instagram.com/jacovbathik

Bicara soal trend fashion di Indonesia, belum lengkap rasanya kalau kita tidak melibatkan batik. Kain khas bergambar yang pembuatannya dilakukan secara khusus, menuliskan atau menerakan malam pada kain itu. Lalu diolah sedemikian rupa dengan cara-cara ‘rahasia’ dari tangan seorang pembatik, sehingga terciptalah gambar yang unik─yang membuat orang jatuh cinta karena tak ada yang bisa menandingi keunikan coraknya ini. Sebab itu, batik menjadi warisan budaya dengan mahakarya tangan budayawan yang telah diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sedari 2 Oktober 2009 silam.

Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap batik sudah terlihat dari koleksi berupa pakaian maupun desain barang. Dalam dunia pakaian, batik biasa digunakan pada acara formal seperti undangan pernikahan dan seragam kerja. Hal itu menjadi salah satu manifestasi kecintaan terhadap batik. Hmmm, menurut kamu apakah rasa cinta terhadap batik ini masih bisa ditingkatkan lagi?

Upaya mencintai batik seutuhnya, kami temukan pada seorang pemuda kelahiran Bekasi angkatan 2000-an. Ia mengajak kawula muda untuk membangun rasa cinta terhadap batik. Melalui ide modernisasi batik, pemuda bernama Erico Ramadhan ini membuat konsep pakaian kasual yang melibatkan batik. Menjadikan pakaian sehari-sehari dengan unsur batik, sekaligus menonjolkan budaya Indonesia agar lebih melanglangbuana.

Bermula dari seorang teman yang mengenakan pakaian batik dengan model kasual, Rico, sapaan akrabnya, mulai mendapatkan ide untuk menyurvei teman-temannya mengenai model baru. Mengetahui hasilnya, ternyata mereka nyaman menggunakan pakaian model ini. Dinilai masih langka oleh Rico, ia pun terinspirasi untuk membangun sebuah bisnis di bidang fashion yang mengolaborasikan antara pakaian kasual dengan batik. “Ini merupakan terobosan baru yang kami buat dan kami konsep untuk generasi milenial. Hal ini semata-mata untuk modernisasi budaya, bukan untuk merusak citra budaya itu sendiri," jelas Rico ketika diwawancarai oleh tim injo.id di kediamannya, Kamis (08/04).

Pemuda yang berdomisili di Jakarta ini melibatkan teman yang terdiri dari Jack dan Vokal, mereka melahirkan produk bernama Jacovbathik. Tak asal menciptkan nama, Jacovbathik merupakan gabungan dua kata, yaitu 'jacov' singkatan dari tiga founder; Jack, Rico, dan Vokal. Sedangkan 'bathik' yang berarti batik diambil dari bahasa Jawa dengan penulisan bathik. Mengacu pada huruf Jawa ꦛ (tha), menunjukan bahwa batik adalah rangkaian dari titik-titik yang membentuk gambaran tertentu.

Bertujuan untuk menampilkan budaya melalui kehidupan sehari-hari yang intens, brand ini diproyeksikan sebagai trend fashion batik bergaya kasual. Tren ini diharapkan menjadi bukti bahwa batik pun bisa turut show up dalam kegiatan non formal sekalipun. Tepat bulan September 2020 lalu, mereka memulai bisnis ini dengan memanfaatkan beberapa medium untuk pemasarannya. "Sejauh ini, kami posting-posting di Instagram dan WhatsApp. Kalau untuk marketplace, sementara ini baru Shopee," tutur Rico.

Ciri khas dari Jacovbathik terlihat dari padu padan pakaian kasual dengan motif batik. Namun, batik yang digunakan bukanlah hasil printing atau sablon, melainkan gabungan dari katun jenis primisima premium. Hal inilah yang memunculkan kesan eksklusif bagi pemakai sehingga menjadi pembeda dengan produk kolaborasi batik lainnya. "Ketika ada batik kasual, maka di situlah Jacovbathik," kata Rico menggambarkan produknya.

T-shirt short sleeves (kiri), tote bag (tengah), dan Hoodie (kanan). Sumber: instagram.com/jacovbathik

Jacovbathik membagikan karya tangannya dalam berbagai edisi. Salah satu edisi yang dikeluarkan pada Desember lalu, adalah pakaian jenis blazer. Seperti pada umumnya, blazer digunakan sebagai outer menyerupai jas. Hanya saja penekanan warna dan motifnya lebih beragam, seperti motif Sumba dan motif Megamendung pada blazer tersebut.

Blazer motif sumba (kiri) dan Blazer motif megamendung (kanan). Sumber: instagram.com/jacovbathik

Tak hanya blazer, produk yang dikeluarkan pun variatif seperti t-shirt, polo, kemeja zora, hoodie, dan masih banyak lagi. Tak lupa dengan unsur batik sebagai pemanisnya. Selain itu, Jacovbathik juga menyediakan pilihan batik custom bagi pembeli yang ingin memesan jenis produk sesuai dengan kehendak mereka, baik satuan, couple-an, maupun seragaman.

Kemeja Zora (kiri) dan Polo (kanan). Sumber: instagram.com/jacovbathik 

Walaupun sasaran utamanya para pemuda, tak menutup kemungkinan kalangan orang tua juga turut meramaikan agar bisa tampil kece seperti anak muda zaman now. Gimana nih? Jadi tertarik untuk pakai baju ini? Atau pengin kasih kado spesial untuk orang yang spesial juga? Bisa banget nih dijadiin pilihan unik untuk orang tercinta, anak, saudara, orang tua, bahkan calon mertua. Cieee, calon mertua, hihi.

Rico dan teman-teman behasil membuktikan bahwa zaman yang kian banyak inovasinya dan serba modern, tak ikut melemahkan budaya yang ada di negeri sendiri. Batik dengan segala corak dan warnanya semakin terpampang indah jika dikolaborasikan dengan pakaian sehari-hari. Sesuai slogan Jacovbathik, "bersama bathikkan dunia!". Menyerukan slogan tersebut dengan penuh cinta agar warisan budaya tidak luntur dimakan zaman.

Sebagai generasi muda, patut dijadikan contoh nih untuk menciptakan sebuah karya sekaligus mengampanyekan budaya bangsa. Kalau kamu, kepikiran gak sih bikin sesuatu yang bisa berpengaruh bagi negeri kamu sendiri? Tak lupa bangga dengan budaya Indonesia! Yuk, pakai produk dalam negeri yang macam-macam inovasinya!

Redaktur: Prita K. Pribadi