Kejamnya Pinjol, Membukakan Mata Kita pada Perlunya Melek Hukum Riba

Sebagian orang beramai-ramai menggunakan medium Pinjol tanpa pikir panjang untuk menyelesaikan masalah keuangannya. Mencuatnya Pinjol ternyata amat meresahkan karena seringkali ditemui akad yang tak sesuai aturan sehingga merugikan manusia itu sendiri.

Kejamnya Pinjol, Membukakan Mata Kita pada Perlunya Melek Hukum Riba
Ilustrasi riba. Sumber: jabarnews.com

Dari abad ke abad, dunia menjadi semakin maju dan modern. Hal itu disebabkan karunia yang telah Allah berikan kepada manusia. Yakni akal pikir. Namun, Allah telah mengingatkan penghuni bumi untuk berkehidupan sesuai tuntunan kitab dan Rasul-Nya. Sebab, apa-apa yang ada di bumi bukan tujuan utama semua makhluk hidup. Baik dan buruk, serta halal dan haram telah dibuat aturannya agar manusia tidak merugi. Sejelas perbedaan warna hitam dan putih, Allah tahu betul mana yang sehat dan sesat.

Hal tersebut terlihat dari inovatifnya manusia dan kemajuan teknologi hingga hari ini. Yang terkadang, malah jadi bumerang bagi manusia itu sendiri. Salah satunya, tentang keuangan dan alat tukarnya yang kini sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat kita.

Macam-macam transaksi modern telah hadir dengan bentuk dompet digital, e-banking, atau m-banking. Banyak pula platform pendatang baru di bidang finansial yang semakin memudahkan penggunanya. Pun istilah investasi jadi terkenal saat munculnya wabah penyakit dunia mulai dari saham, emas, hingga bitcoin yang pernah dibahas oleh INJO.ID. Tak sampai di situ, akal pikir manusia dan desakan wabah ini menjadikan dunia lebih canggih lagi. Tapi siapa yang sangka? Manusia pula lah yang terjebak dalam kesulitan dan lebih menderita.

Hal yang dimaksud adalah hadirnya pinjaman online atau dikenal akrab dengan sapaan Pinjol. Sebagian orang beramai-ramai menggunakan medium Pinjol tanpa pikir panjang untuk menyelesaikan masalah keuangannya. Mencuatnya Pinjol ternyata amat meresahkan karena seringkali ditemui akad yang tak sesuai aturan sehingga merugikan manusia itu sendiri sebagaimana berita yang sempat heboh sebagai berikut.

Dilansir dari tribunnews.com (04/06), hal buruk menimpa sang guru honorer asal Semarang. Berita yang sempat trending di Twitter ini mengungkapkan bahwa guru wanita tersebut berniat meminjam uang secara online sebanyak 5 juta rupiah dengan tenggang waktu 91 hari dan perjanjian bunga 0,04%. "Bayangan saya dapatnya 5 juta kalau plus bunga 5,5 juta. Tapi ternyata yang ditransfer ke rekening saya 3,7 juta," ujar wanita berinisial AM.

"Belum sampai tujuh hari atau masih berjalan lima hari saya sudah diteror untuk melunasi sebesar 5,5 juta dan mendapatkan ancaman seluruh data di ponselnya akan disebarkan," lanjutnya.

Sebab ketakutan dan uang yang dimiliki belum cukup, ia pun meminjam kembali uang online dengan aplikasi Pinjol yang berbeda-beda. Namun, tampaknya sistem yang digunakan aplikasi ini sama kejamnya. Alhasil utang AM pada Pinjol menumpuk menjadi 206 juta rupiah. Bahkan terjadi teror yang berkepanjangan dari sang Pinjol hingga mengontak teman-teman kliennya ditambah dengan bahasa yang kasar.

Hikmah yang dapat kita pelajari dari aplikasi Pinjol yang tak jelas aturannya itu membuat kita sadar bahwa melek hukum riba sangatlah perlu. Allah dan Rasul telah membahas hukum riba jauh sebelum ada inovasi Pinjol ini. Jadi, masih ada alasan lain untuk tidak menggunakan Al-Qur’an dan Al-Hadis sebagai petunjuk hidup?

Seperti yang diketahui, bahwa riba termasuk pada dosa besar. Zaman sekarang, hal ini lebih tersamarkan sebab penggunaan transaksi cepat membuat manusia terlena. Padahal memfilter sesuatu yang tak sesuai hukum adalah salah satu nilai penting agar terhindar dari dosa dan kerugian. Effort lebih walaupun sedikit rumit, insyaallah lebih diridai dan punya berkah tersendiri. Jadi sebelum memfilter itu, yuk kita kenalan dulu sama yang namanya riba!

RIBA

Riba ialah kelipatan yang didapatkan dari apapun yang merugikan salah satu pihak. Hal ini sudah jelas terlampir di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadis. Amalan-amalan kebajikan yang kita miliki akan melebur jika terlibat dengan riba. Sebegitu dosanya loh!

Melakukan riba yang hukumnya haram akan menjadi ganjaran kita kelak di neraka. Tahu kah kalian? Allah dan Rasul bahkan tak pernah perang kepada orang yang berbuat maksiat, kecuali orang yang memakan riba.

وَّاَخْذِهِمُ الرِّبٰوا وَقَدْ نُهُوْا عَنْهُ وَاَكْلِهِمْ اَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ ۗوَاَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ مِنْهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا

"Dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih." (Q.S. An-Nisa : 161).

Lebih seramnya, setiap manusia yang melakukan riba dan tak menghiraukannya maka hukumnya kafir. Sebab ia mengingkari hal dari urusan agama yang telah ada larangannya secara jelas dan tegas.

Lalu, bagaimana manusia yang sudah melewati hal tersebut seperti kejadian yang terlanjur menimpa AM?

Jika tak sengaja tentu sebagai umat muslim yang salih agar segera bertaubat dan wajib mengetahui ilmu riba ini. Namun, jika seorang muslim secara sadar dan paham telah melakukan transaksi haram lalu tetap melakukannya, maka ia termasuk pada golongan orang fasik.

Naudzubillah min dzalik...

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Baqarah : 275).

MACAM- MACAM RIBA DAN PENGAPLIKASIANNYA

Riba berarti menghendaki pengambilan harta manusia tanpa adanya imbalan. Mengingat kembali terdapat berbagai macam riba, jika hal-hal yang sekiranya membawamu pada salah satu atau banyak dari riba ini. Maka tinggalkanlah!

  1. Riba Fadl, muncul akibat adanya jual-beli atau pertukaran barang ribawi yang sejenis, namun berbeda kadar atau takarannya. Aplikasinya: 20 kg beras yang berkualitas tinggi ditukarkan dengan 30 kg beras kualitas rendah. Maka ada 10 kg beras yang menjadi riba dan haram, karna perbedaan dari berat itu.
  2. Riba Nasi’ah, muncul akibat adanya jual-beli atau pertukaran ribawi tidak sejenis yang dilakukan secara utangan (adanya tempo/batas waktu), atau terdapat penambahan pada nilai transaksi yang dilakukan. Yang mana diakibatkan oleh perbedaan waktu bertransaksi. Aplikasinya: Anto membeli emas kepada Bobby dengan harga sesuai hari ini secara kontan. Tapi Bobby mengatakan bahwa emas yang Anto inginkan sedang kosong dan barangnya akan datang seminggu kemudian. Transaksi ini riba, haram hukumnya karna ada jarak waktu dalam transaksi itu dan ketidakpastian. Harga emas bisa naik dan turun di seminggu kemudian. Bisa berbeda dengan harga yang dibayarkan pada hari transaksi dilakukan. Contoh ini dapat disimak lebih jelas pada artikel ketentuan invetasi emas.
  3. Riba Qardh, muncul akibat adanya tambahan atas pokok pinjaman yang diberi syarat diawal oleh kreditur kepada pihak yang akan berhutang (pinjaman berbunga) untuk mengambil keuntungan. Aplikasinya: Anto memberi pinjaman uang kepada Bobby sebanyak 1 juta rupiah. Tetapi dengan syarat lain, mengembalikan uang pinjamannya sebesar 3 juta pada waktu yang telah disepakati.
  4. Riba Jahiliyah, mirip dengan jenis riba qardh yang mana ada karna adanya tambahan syarat dari kreditur, dimana pihak peminjam diharuskan membayar hutang dengan nilai lebih karena kelalaian atau ketidakmampuan si peminjam (lupa membayar atau belum mampu melunasinya) saat sudah jatuh tempo. Aplikasinya:  Anto berhutang kepada Bobby senilai 15 juta rupiah . Bobby sepakat dengan Anto kalau hutangnya akan dibayarkan pada tanggal 1 Juli 2021. Tetapi Bobby belum bisa melunasi hutangnya pada 1 Juli 2021. Lalu Anto membuat syarat kepada Bobby jika waktu pinjamannya diperpanjang namun hutang Bobby bertambah menjadi 18 juta rupiah.
  5. Riba Yad, transaksi jual beli yang menunda pengambilan atau pemberian barang dan tak memberi jangka waktunya. Aplikasinya: Pak Andi membeli anak kambing Pak Yanto yang masih berusia satu bulan dengan harga saat itu. Namun, pengambilan anak kambing itu tidak ditentukan kapan. Jika anak kambing tersebut diambil setelah berusia satu tahun, maka Pak Andi akan mendapat keuntungan karena menerima kambing tersebut sudah dalam keadaan dewasa tanpa harus membiayai perawatan kambing itu. Ini termasuk riba.

Setelah mengetahui macam-macam riba, lalu apa saja nih barang-barang yang termasuk pada jenis barang ribawi?

Barang ribawi adalah barang yang jika dalam proses jual belinya tidak sesuai ketentuan, maka akan menyebabkan terjadinya riba. Berikut adalah macam barang dan pengelompokannya.

Jenis

Pengelompokan

Sama halnya dengan

·         Emas

·         Perak

Sifatnya sebagai barang berharga/alat tukar

Mata uang disetiap negara, seperti: Dirham, Rupiah, Euro dan sejenisnya.

·         Gandum burr (halus)

·         Gandum sya’ir (kasar)

·         Kurma

·         Garam

Makanan pokok yang bisa disimpan lama atau dapat di perjualbelikan dengan takaran.

Beras, Jagung, Ketela dan sejenisnya.

Mengenai ketentuan dari pertukaran sesama atau antar barang ribawi juga sudah pernah dijelaskan dalam pembahasan mengenai ketentuan investasi emas. Kamu dapat menelaah lebih lanjut artikel tersebut.

Allah tak sekadar mengharamkan sesuatu agar manusia tidak menyentuhnya. Melainkan terdapat pengaruh buruk bagi kehidupan manusia. Apa saja hikmah di dalamnya?

  1. Tetapnya harta pada tangan kita dalam waktu yang lama dan kemungkinan kita bisa memperdagangkan dan mengambil manfaat itu sesuatu yang wahmun (remang-remang) yang mungkin bisa menguntungkan dan mungkin tidak.
  2. Sesungguhnya riba itu mencegah umat muslim dari kesibukan usaha. Jikalau riba diperbolehkan maka akan merebaknya pekerjaan dengan sistem riba, seperti usaha pinjaman berbunga baik secara kontan maupun pinjam. Sehingga usaha dalam mencari maisyah adalah hal yang rendah. Hingga akhirnya terciptanya muslim yang pemalas.
  3. Riba akan mendatangkan terputusnya kebaikan-kebaikan di antara manusia yang berhubungan dengan pinjam meminjam. Hati seseorang menjadi baik atau senang dengan memberikan pinjaman satu dirham dan kembali satu dirham. Namun seandainya riba itu halal, maka kekejaman dan dzalim bisa terjadi. Bisa dipastikan hajat yang dibutuhkan akan membawanya dengan dua dirham atau lebih.

Sejauh ini, apakah ada poin tertentu yang baru teman INJO.ID ketahui? Semoga bisa memberi pengetahuan baru bagi yang belum mengetahui dan bisa jadi bahan saling mengingatkan. Yuk mulai melek hukum riba! Agar tak tersesat dan merugikan diri sendiri dan orang disekitarmu.

Bijaklah dalam bertransaksi, mulailah memfilter dan mencari tahu. Sebab tak ada keringanan jika kelak sudah di akhirat.

Redaktur : Prita K. Pribadi & Dyah Ayu N. Aisyiah