Makna Merdeka Finansial Antara Dunia dan Akhirat, Sudahkah Generasi Milenial Melek?

Apakah generasi milenial sudah benar-benar merdeka finansial baik dunia maupun akhirat? Jikalau selama ini generasi milenial mampu mengatur pengeluaran dalam urusan dunia, bagaimana dengan pengeluaran dalam urusan akhirat? Apakah finansial untuk urusan akhirat lebih diprioritaskan atau justru sebaliknya? Misalnya ketika menerima gaji, mana yang lebih didahulukan, membayar zakat mal atau belanja di mal?

Makna Merdeka Finansial Antara Dunia dan Akhirat, Sudahkah Generasi Milenial Melek?
Merdeka Finansial untuk Generasi Milenial. Sumber: lamudi.co.id

Merdeka secara finansial tentu menjadi dambaan bagi setiap orang, tidak terkecuali bagi generasi milenial. Generasi yang lahir pada tahun 1980 sampai 1990-an ini identik dengan teknologi internet yang cukup erat kaitannya dengan urusan finansial. Bagaimana tidak, banyaknya marketplace dan ragam kemudahan untuk berbelanja online membuat generasi milenial harus mampu dalam mengelola finansialnya agar dapat merdeka finansial. Pertanyaannya, apakah generasi milenial sudah benar-benar merdeka finansial? Atau justru hanya sekadar jargon untuk menjaga image di depan orang lain?

Istilah merdeka finansial ini dapat diartikan dengan kondisi ekonomi yang mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bahkan mampu untuk memenuhi keinginan gaya hidup tanpa perlu khawatir akan terjadi kekurangan dana. Tak hanya itu, merdeka finansial juga termasuk memiliki tabungan, dana investasi, hingga dana darurat. Mereka yang telah berada di posisi tersebut, secara tidak langsung mampu melek finansial. Artinya mereka telah memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kemauan dalam mengelola keuangannya sehingga pengaruh dari gaya hidup yang dinamis tidak membuatnya khawatir.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah generasi milenial sudah benar-benar merdeka finansial baik dunia maupun akhirat? Jikalau selama ini generasi milenial mampu mengatur pengeluaran dalam urusan dunia, bagaimana dengan pengeluaran dalam urusan akhirat? Apakah finansial untuk urusan akhirat lebih diprioritaskan atau justru sebaliknya? Misalnya ketika menerima gaji, mana yang lebih didahulukan, membayar zakat mal atau belanja di mal?

Maka penting untuk generasi milenial tidak hanya memiliki visi jangka panjang, melainkan visi jangka yang jauh lebih panjang yaitu visi akhirat. Ketika Allah telah melapangkan rezeki bagi hamba-Nya, alangkah baiknya jika mereka mampu mengelola itu semua. Hingga segala yang dimiliki tak hanya membawa kesenangan di dunia, namun juga dapat menjadi bekal untuk kesenangan yang abadi.

Jikalau selama ini generasi milenial telah mampu membuat daftar pengeluaran kebutuhan sehari-hari, maka sekarang dapat dicoba untuk membuat daftar tabungan akhirat. Misalnya, minggu pertama bulan ini belanja keperluan dapur sekaligus berbagi nasi sedekah jum’at. Minggu ke dua jalan-jalan ke mal sekaligus infaq pembangunan masjid. Minggu ke tiga membeli jaket baru sekaligus berdonasi pakaian layak pakai. Minggu ke empat nobar Premier League sekaligus sedekah subuh, dan lain sebagianya.

Di dalam surat Al-Ankabut ayat ke 62 disebutkan bahwa,

                عَلِيْمٌ شَيْءٍ بِكُلِّ اللّٰهَ اِنَّ   لَهٗ وَيَقْدِرُ عِبَادِهٖ مِنْ يَّشَاۤءُ لِمَنْ الرِّزْقَ يَبْسُطُ اَللّٰهُ

“Allah melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang membatasi baginya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Dari ayat tersebut diketahui bahwa tidak semua hamba-Nya mendapat kelapangan rezeki. Maka salah bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan adalah menggunakan rezeki tersebut pada jalan kebaikan. Salah satu hal yang dapat dilakukan bagi generasi milenial yang merdeka finansial adalah sedekah. Ada banyak sekali keutamaan dari sedekah, salah satunya adalah pahala yang tidak terputus meskipun telah meninggal dunia. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadis berikut.

                    :  قال وسلم عليه   الله صلى النبي أن : عنه الله رضي ةهرير أبي عن

لَهُ يَدْعُو صَالِحٍ وَلَدٍ أَوْ بِهِ،  نْتَفَعُ يُعِلْمٍ أَوْ جَارِيَةٍ،  صَدَقَةٍ مِنْ إِلاَّ :  ثَلاَثَةِ مِنْ إلاَّ عَمَلُهُ انْقَطَعَ الإِنْسَانُ مَاتَ إذَا

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim). (Sumber: Amal Jariyah dalam Islam)

Hadis ini menyebutkan, generasi milenial dapat mengambil peluang amal yaitu sedekah jariyah. Harapannya dengan adanya rezeki yang telah dititipkan Allah serta kemampuan melek finansial, tak hanya sekadar jargon bahwa dirinya telah merdeka finansial. Namun menjadi bukti nyata bahwa kini generasi milenial benar-benar merdeka finansial dunia dan akhirat.

Redaktur: Prita K. Pribadi