Mau Kurban Online? Simak Hukum dan Tipsnya!

Selain karena pemberlakuan masa PPKM dan keharusan untuk menjauhi kerumunan, ada pula beberapa alasan lain seorang muslim melakukan kurban online. Seperti misalnya karena adanya urusan penting yang harus ia kerjakan sehingga ia mewakilkan pelaksanaan kurbannya kepada panitia kurban, ataupun menyerahkan sejumlah uang untuk pelaksanaan kurban di tempat keluarganya di wilayah yang bukan tempat tinggalnya.

Mau Kurban Online? Simak Hukum dan Tipsnya!
Ilustrasi kurban online. Sumber: dompetdhuafa.org

Pandemi Covid-19 telah membawa begitu banyak dampak dan perubahan yang besar dalam setiap kegiatan dan aktivitas kita. Adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat  berbagai wilayah di Indonesia yang juga bertepatan dengan Hari Raya Iduladha tahun ini, membuat suasana hari raya dan teknis berkurban pun menjadi berbeda karena kita harus bisa menyiasati dan melakukan berbagai macam penyesuaian.

Kita tentu tak ingin melewatkan momen berkurban ini, sebab meraih pahala berkurban yang hanya datang setahun sekali belum tentu dapat kita peroleh lagi di tahun depan. Mengapa kita tak boleh melewatkannya begitu saja? Disebutkan dalam hadist dari Aisyah, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

“Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah dibanding mengalirkan darah dari hewan kurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan kurban tersebut. Dan sungguh, darah (pahala) tersebut akan sampai kepada Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dilansir dari republika.co.id, KH Miftahul Huda dalam Konferensi Pers virtual MUI dan Satgas Penanganan Covid-19 bertemakan ‘Pelaksanaan Idul Adha 1442 H Aman Covid-19’, Rabu 23 Juni 2021, mengatakan bahwa pelaksanaan sholat Id dan penyembelihan hewan kurban harus disesuaikan dengan warna zona di wilayah masing-masing. Beliau selaku Sekretaris Komisi Fatwa MUI mengingatkan kembali Fatwa MUI Nomor 36 Tahun 2020 tentang Sholat Iduladha dan Penyembelihan Hewan Kurban saat Wabah Covid-19. Dalam fatwa tersebut ditekankan pentingnya memperhatikan protokol kesehatan saat melaksanakan ibadah sholat Iduladha maupun saat menyembelih hewan kurban. 

Kurban online akhirnya menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang tetap ingin menjalankan ibadah kurban di tengah PPKM darurat seperti sekarang ini. Bahkan, beberapa e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Blibli, Bukalapak, bahkan Gojek juga bekerja sama dengan beberapa lembaga kurban terverifikasi yang tak hanya menawarkan pembelian hewan kurban secara online, melainkan juga jasa penyembelihan hingga pendistribusian daging hewan kurban.

Selain karena pemberlakuan masa PPKM dan keharusan untuk menjauhi kerumunan, ada pula beberapa alasan lain seorang muslim melakukan kurban online. Seperti misalnya karena adanya urusan penting yang harus ia kerjakan sehingga ia mewakilkan pelaksanaan kurbannya kepada panitia kurban, ataupun menyerahkan sejumlah uang untuk pelaksanaan kurban di tempat keluarganya di wilayah yang bukan tempat tinggalnya. Ada pula yang ingin berkurban, sementara ia kesulitan mengakses pembelian dan penyembelihan hewan kurban.

Lantas, bagaimanakah hukum berkurban secara online ini? Apakah tetap sah?

Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 36 Tahun 2020, ibadah kurban dapat dilakukan dengan cara taukil, yaitu shohibul kurban dapat menyerahkan sejumlah dana seharga hewan ternak kepada pihak penyelenggara, baik individu maupun lembaga sebagai wakil untuk membeli hewan kurban, merawat, meniatkan, menyembelih, dan membagikan daging kurban. Fatwa ini berdasarkan pendapat Imam Abu Hamid Muhammad ibnu Muhammad Al-Ghazali yang menyatakan bahwa shohibul kurban disunahkan untuk menyembelih sendiri dan boleh mewakilkan kurban kepada penyembelihnya; serta pendapat Al-Mawardi dalam kitab Al-Hawi al-Kabir (15/115) tentang bolehnya menyembelih kurban di kawasan bukan tempat tinggal shohibul kurban.

Hal ini dapat disebut sebagai wakalah, yakni seseorang menitipkan sejumlah uang kepada orang lain ataupun lembaga sosial yang dipercaya agar dibelikan hewan kurban untuk disembelih dan dibagikan kepada yang berhak menerimanya. Wakalah secara sederhana merupakan akad pemberi kuasa dari muwakil (pemberi kuasa) kepada wakil (penerima kuasa) untuk melaksanakan suatu taukil (tugas) atas nama pemberi kuasa.

Selain itu, dalam fiqih muamalah, praktek membeli hewan kurban secara online dapat dikategorikan dalam bai’ as-salam. Bai’ as-salam adalah jual beli suatu barang secara tangguh dengan bayaran harga secara tunai dan terlebih dahulu, tetapi penyerahan barang ditangguhkan pada suatu masa yang telah ditetapkan atau barang tersebut diserahkan di kemudian hari. Dalam bai’ as-salam ini hukumnya diperbolehkan selama tidak mengandung unsur yang haram.


عَنْ ابْنِ عَبَّا سٍ قَالَ قَدِ مَ النَّبِيُّ صَلَّى االلهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ المَدِ يـْنَةَ وَهُمْ يُسْلِفُوْنَ فيِ الثَّمَارِالسَّنَة وَ السَّنَتَـيْنِ فَقَالَ مَنْ أَسْلَفَ فيِ تَمْرٍ فـَلْيُسْلِفْ فَي كَيْلٍ مَعْلُو مٍ وَوَزْنٍ مَعْلُو مٍ أِلىَ أَجَلٍ مَعْلُو مٍ

Artinya : “Dari Abdullah bin Abbas, ia berkata, Nabi datang ke Madinah, dimana masyarakat melakukan transaksi salam (memesan) kurma selama dua tahun dan tiga tahun, kemudian Nabi bersabda, barang siapa melakukan akad salam terhadap sesuatu, hendaklah dilakukan dengan takaran yang jelas, timbangan yang jelas, dan sampai batas waktu yang jelas”(HR. Bukhari).

Jadi, sobat INJO.ID, tidak ada larangan mengenai kurban online dan diperbolehkan selama mengikuti tata cara yang sesuai dengan syariat Islam.

Ilustrasi memilih paket kurban lewat salah satu e-commerce . Sumber: tokopedia.com/s/qurban

Lalu, bagaimana kira-kira langkah untuk membeli hewan kurban secara online yang aman? Simak tips berikut.

1. Mengunjungi situs web atau e-commerce yang resmi, terpercaya, dan bekerja sama dengan mitra ternak yang jelas

Cermat dan teliti dalam memilih situs dan lembaga penyedia layanan kurban adalah hal yang paling utama. Ada baiknya terlebih dahulu mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi mengenai lembaga ataupun penyedia layanan kurban online dengan prosedur yang jelas dan terpercaya, mulai dari proses penjualan, ataupun jasa penyembelihan hingga pendistribusian daging hewan kurban. Lembaga penyedia yang baik juga seharusnya memiliki mitra perawatan dan pemeliharaan hewan kurban yang jelas.

2. Memilih hewan kurban yang sesuai

Hewan kurban yang hendak dibeli harus memenuhi syarat yang sesuai syariat, seperti tidak cacat anggota tubuh, sehat, dan cukup umur. Uniknya, beberapa platform penyedia layanan kurban online juga menawarkan pilihan hewan kurban yang ingin dibeli memiliki kualitas normal atau kualitas premium. Kebanyakan platform akan menuliskan di dalam kolom deskripsi terkait kualitas hewan yang dijualnya. Namun jika tidak, sobat INJO.ID bisa melihatnya berdasarkan harga di mana hewan kurban dengan kualitas normal biasanya dibanderol dengan harga lebih rendah dibanding premium. Alangkah lebih bijak, jika sobat INJO.ID meminta foto asli ataupun video terkait hewan kurban kepada pihak penyedia layanan.

3. Memilih metode pembayaran dan membayar sesuai harga yang disepakati

Salah satu kelebihan membeli hewan kurban online adalah sobat INJO.ID bisa memilih berbagai macam metode pembayaran. Mulai dari internet banking, OVO, bahkan kini Go-pay pun dapat dijadikan metode pembayaran layanan kurban online pada beberapa platform. Wah, canggih sekali ya! Tak hanya itu, ada pula diskon yang disediakan oleh layanan penyedia, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menekan biaya beli hewan agar lebih hemat.

4. Mengonfirmasi kepemilikan hewan kurban yang telah dibeli

Langkah selanjutnya, sobat INJO.ID harus mengonfirmasi kepemilikan hewan kurban yang sudah dibeli. Konfirmasi tersebut bisa dilakukan dengan berbagai metode. Contohnya saja, seperti meminta bukti foto ketika hewan kurban pilihan sudah diberi kalung dengan nama sobat INJO.ID sebagai pembeli.

5. Memantau laporan kurban online

Situs jual beli kurban online umumnya bekerja sama dengan mitra ternak yang melakukan pemeliharaan hewan kurban milik konsumen. Oleh karena itu, mintalah laporan secara berkala mengenai kesehatan hewan kurban agar terpantau dengan baik. Untuk kurban online pada lembaga-lembaga sosial yang menyediakan jasa penyembelihan dan pendistribusian daging kurban, sobat INJO.ID bisa memantau dan meminta laporan, mulai dari lokasi penyembelihan, prosesi pemotongan kurban, hingga ucapan terima kasih dari salah satu penerima manfaat daging kurban.

Nah seperti itu tips kurban online yang aman untuk sobat INJO.ID. Selamat berkurban dan selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H. Semoga amal ibadah kita diterima di sisi Allah.

 Redaktur: Dyah Ayu N. Aisyiah