Memetik Hikmah Dari Raja, Remaja Ciater yang Membumi

Seberapa banyakkah dari kita yang terbersit dalam benaknya untuk menyempatkan diri membantu menata sandal sebelum masuk ke dalam masjid? Ah, rasanya masih belum sebegitu banyak, hingga masih sering kita jumpai di pelataran masjid alas kaki yang berserakan. Saya pun masih acap kali terlalu sibuk dengan diri sendiri, hingga abai untuk berbuat hal sederhana namun bermanfaat untuk sesama. Berbeda dengan Raja yang membiasakan kebaikan tersebut meski tak mendapat imbalan.

Memetik Hikmah Dari Raja, Remaja Ciater yang Membumi
Potret Raja yang sedang tersenyum ramah menyapa di depan Masjid Agung Ciater. Sumber :  Instagram @matpeciiii

Bagaimana perasaanmu ketika akan melaksanakan salat berjamaah di masjid, lalu kamu mendapati seseorang menyambutmu dengan ramah di pintu masuk masjid tersebut? Selain merasa nyaman dan tersanjung disambut sedemikian rupa, mungkin di sisi lain kita juga akan merasa sedikit tersentil jika yang menyambut kita adalah seorang remaja. Remaja yang biasanya identik dengan bergerombol dan menghabiskan waktu dengan media sosial, ia lebih memilih untuk mengisi waktu luangnya untuk menyambut para hamba-Nya yang hendak beribadah. Seperti remaja bernama Raja, asal Ciater, Subang yang tengah viral saat ini.

Belakangan yang sedang ramai dibicarakan di TikTok, seorang remaja yang mengabdikan dirinya untuk menjadi penyambut para pengunjung yang hendak salat di Masjid Agung Ciater, Subang. Remaja berusia 17 tahun ini juga dengan sigap menata puluhan hingga ratusan alas kaki para pengunjung yang datang. Tak hanya itu, sebelum para pelancong yang singgah itu pulang, Raja juga menyertakan doa-doa baik untuk mereka. Masya Allah. Bahkan hal itu sudah menjadi kebiasaannya sejak kecil, katanya saat diwawancara dalam Youtube Mat Peci.

Seberapa banyakkah dari kita yang terbersit dalam benaknya untuk menyempatkan diri membantu menata sandal sebelum masuk ke dalam masjid? Ah, rasanya masih belum sebegitu banyak, hingga masih sering kita jumpai di pelataran masjid alas kaki yang berserakan. Saya pun masih acap kali terlalu sibuk dengan diri sendiri, hingga abai untuk berbuat hal sederhana namun bermanfaat untuk sesama. Berbeda dengan Raja yang membiasakan kebaikan tersebut meski tak mendapat imbalan.

Bahkan Raja pun baru tahu perihal viralnya ia di jagat TikTok dari temannya. Sebab, ia tak sempat mengingat siapa saja yang telah disambutnya di depan masjid kecintaannya tersebut. Ia juga tak pernah menyadari kalau ada yang merekam dirinya diam-diam hingga berakhir viral seperti saat ini.

Di saat orang tuanya mengetahui ihwal putra mereka yang saat ini ramai dijadikan buah bibir, mereka senantiasa menasehati putra mereka untuk tidak berbesar kepala dan supaya tetap selalu menjaga hablumminannas serta hablumminallah nya.

"Roda itu berputar, terkadang ada di atas, namun juga kadang di bawah. Upaya kita adalah bagaimana untuk tetap berada di tengah," begitulah pesan Sang Ayah kepadanya, seperti yang ia ceritakan dalam YouTube Mat Peci.

Saya jadi penasaran, siapakah sosok hebat di balik punggung kerendah hatian yang dimiliki Raja? Siapakah orang tua yang berhasil mendidik anaknya sedemikian rupa?

Ada sedikit rahasia yang sebenarnya disembunyikan oleh remaja berusia tujuh belas tahun tersebut. Hal ini ia sembunyikan sejak lama dari khalayak umum, termasuk dari teman-teman sepermainannya. Ia merahasiakan statusnya sebagai anak pemilik bangunan masjid yang megah tersebut, beserta beberapa hotel dan resor di sekitarnya. Alih-alih menjadi sombong, ia justru malu-malu mengakuinya dan mengatakan semua itu hanyalah titipan. "Bukan yang punya, hanya titipan pak," sanggahnya.

Rasanya seperti kisah-kisah yang ada di sinetron bukan? Ketika bos menyamar menjadi petugas cleaning service, hehe. Tapi kisah sinetron itu rupanya benar adanya. Hal-hal mengagumkan lainnya adalah bagaimana kedua orang tuanya mendidik serta menanamkan kemandirian pada anak lelakinya tersebut. Remaja Subang itu pun menuturkan, sejak usianya menginjak sepuluh tahun, ia tak lagi meminta uang pada kedua orang tuanya.

Wah, banyak sekali ya hikmah yang bisa kita petik dari Raja, seorang pemuda yang membumi demi bisa dapatkan surga Sang Pemilik Langit. Sering kita berlomba-lomba untuk dapatkan nikmatnya kehidupan dunia. Padahal, diluar sana, nyatanya ada seorang pemuda seperti Raja, yang justru malu dikenali sebagai orang yang kaya.

"Malu kalau teman-teman saya pada tahu. Karena kan temen-temen saya kebanyakan orang yang enggak punya, kalau mereka tau nanti malah dianggap beda 'kamu kan orang kaya, maen weh sama orang yang kaya juga', makanya saya gak mau pada tahu," begitulah alasannya.

Jadi, untuk sobat yang akhir bulan pagi siang sore makan mi, sudahkah kita bermanfaat hari ini?

Redaktur : Dyah Ayu N. Aisyiah