Mengenal Hari Tasyrik, Amalan Apa Yang Harus Kita Lakukan ?

Terdapat dua pendapat yang berbeda mengenai pengertian hari tasyrik. Juga terdapat amalan yang disunahkan oleh Rasulullah SAW untuk kita kerjakan selama hari tasyrik.

Mengenal Hari Tasyrik,  Amalan Apa Yang Harus Kita Lakukan ?
Hari tasyrik adalah hari menjemur daging. Sumber: indramayu.pikiran-rakyat.com

Setelah kita merayakan Hari Raya Iduladha pada tanggal 10 Zulhijah, tiga hari setelahnya yakni pada tanggal 11,12, dan 13 zulhijah dikenal dengan nama hari tasyrik. Hmm, Kenapa ya  dinamakan hari tasyrik?

Ternyata kata tasyrik sendiri dalam bahasa Arab memiliki dua tafsiran yang berbeda loh. Abu Ubaid meriwayatkan bahwa ada 2 pandangan ulama yang berbeda terkait pengertian hari tasyrik. Kelompok ulama yang pertama berpandangan bahwa arti kata tasyrik berarti menjemur. Pada zaman dahulu di tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah, orang-orang Arab menjemur daging-daging kurbannya. Karena melimpahnya daging kurban mereka, orang-orang Arab mengawetkannya dengan cara dijemur di bawah teriknya matahari untuk kemudian dijadikan dendeng. Oleh karena itu, 3 hari setelah hari raya iduladha dikenal sebagai hari tasyrik, hari menjemur/mendendeng. Meskipun saat ini kegiatan tersebut sudah sangat jarang dilakukan, namun tetap saja penamaan 3 hari setelah iduladha sebagai hari tasyrik telah membudaya.

Kelompok ulama yang kedua menerangkan bahwa arti kata tasyrik sendiri yaitu matahari terbit. Mereka berpendapat bahwa jika tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah adalah hari di mana menghentikan kegiatan kurban sementara, kecuali setelah terbitnya matahari. Maka hendaknya selama 3 hari itu berkurban mulai pagi hari setelah terbit matahari dan terbatas sampai sore hari.

Lalu apa saja nih amalan yang sebaiknya kita lakukan ketika pada hari-hari tasyrik? Yuk, simak pembahasan di bawah ini.

1. Tidak boleh berpuasa

Telah disebutkan dalam hadis sebagai berikut:

عَنْ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ حَدَّثَهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَهُ وَأَوْسُ بْنُ الْحَدَثَانِ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ فَنَادَيَا أَنْ لَا يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مُؤْمِنٌ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Dari Ibnu Ka'ab bin Malik dari bapaknya menceritakan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengutusnya bersama Uwais bin Al Hadatsan pada hari tasyrik, lalu keduanya menyerukan bahwa tidak akan masuk surga kecuali orang mukmin dan (menyerukan) hari tasyrik adalah hari makan dan minum. [HR. Ahmad]

Berdasarkan hadis diatas, dijelaskan bahwa pada saat hari tasyrik, umat Islam tidak diperbolehkan untuk berpuasa. Dikarenakan hari tasyrik adalah hari makan dan minum.

2. Memperbanyak Zikir Kepada Allah SWT

Berkaitan dengan hari tasyrik, Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 203 :

……..  وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

Artinya : Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang….

Hari yang berbilang yang dimaksud pada surat di atas yaitu tanggal 11,12 dan 13 Zulhijah. Artinya pada tanggal itu kita harus banyak berzikir kepada Allah SWT.

 [عن جابر بن عبدالله:] كان رسولُ اللهِ ﷺ يُكبِّرُ في صلاةِ الفجرِ يومَ عرفةَ ، إلى صلاةِ العصرِ من آخِرِ أيّامِ التَّشريقِ ، حين يُسلِّمُ من المكتوباتِ * رواه الدارقطني

Dari Jabir bin Abdillah berkata, bahwa Rasulullah SAW membaca takbir (takbiran) setelah salat Subuh di hari Arafah (tanggal 9 Zulhijah) sampai salat Asar akhirnya hari tasyrik (tanggal 13 Zulhijjah). Yaitu  ketika Nabi salam dari salat-salat wajib.

Lebih lanjutnya dijelaskan di dalam hadis berikut,

[عن جابر بن عبدالله:] كان رسولُ اللهِ ﷺ إذا صلّى الصُّبحَ من غَداةِ عَرَفةَ أقبَلَ على أصْحابِه فيقولُ: على مكانِكم. ويقولُ: اللهُ أكبَرُ، اللهُ أكبَرُ، لا إلهَ إلّا اللهُ، واللهُ أكبَرُ، اللهُ أكبَرُ، وللهِ الحَمدُ. فيُكبِّرُ من غَداةِ عَرَفةَ إلى صَلاةِ العَصرِ من آخِرِ أيّامِ التَّشريقِ * رواه الدارقطني

Dari Jabir bin Abdillah berkata, bahwa Nabi ketika salat Subuh pada paginya hari Arafah (tanggal 9 Zulhijah) kemudian Nabi menghadap sahabatnya dan berkata tetaplah di tempat kalian, kemudian Nabi membaca:

اللهُ أكبَرُ، اللهُ أكبَرُ، لا إلهَ إلّا اللهُ، واللهُ أكبَرُ، اللهُ أكبَرُ، وللهِ الحَمدُ.

Berdasarkan hadis-hadis diatas maka disunahkan melafalkan takbir dimulai dari setelah salat Subuh di hari Arafah (tanggal 9 Zulhijah) sampai setelah salat Asar akhirnya hari tasyrik (tanggal 13 Zulhijah).

Nah, dari beberapa bahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa asal usul penamaan hari tasyrik terdapat dua arti, yaitu menjemur dan matahari terbit. Adapun amalan yang harus kita lakukan selama hari tasyrik adalah tidak melakukan puasa dan memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

Selama hari beberapa hari tasyrik yang sudah terlewat kemarin, apakah kamu sudah mengamalkan sunah di atas? Jangan sampai karena terlalu bersemangat mencari pahala, kamu malah berpuasa di hari tasyrik dan mengabaikan perintah Rasul ya!

Yuk kita amalkan beberapa pengamalan yang harus kita lakukan di hari tasyrik. Ada tidaknya pandemi tidak menghalangi kita untuk mengamalkan sunah-sunah di atas. Semoga bermanfaat.

Redaktur : Dyah Ayu N. Aisyiah