Menikmati Suasana dan Ibadah Iduladha dari Rumah Saat PPKM

Rupanya suasana ini pun menjadi terasa lebih sepi karena kerumunan tak diperbolehkan. Cukup sedih memang rasanya saat kebiasaan berubah total sebab keadaan yang memaksa. Eits, tunggu dulu! Tentu kami lagi enggak ngajak sedih berjamaah ya. Melainkan ingin berbagi tentang bagaimana menikmati suasana dan memaksimal ibadah Iduladha dari rumah.

Menikmati Suasana dan Ibadah Iduladha dari Rumah Saat PPKM
Ilustrasi merayakan Iduladha di rumah. Sumber: kemenag.go.id

Masih sama dengan satu tahun sebelumnya, Covid-19 masih melanda negara tercinta kita. Imbasnya banyak yang terdampak dari berbagai sektor termasuk masjid untuk ibadah berjamaah. Namun, tentu hal itu tidak boleh menurunkan keimanan dan menjadikan alasan untuk tidak beribadah dengan maksimal ya! Teman INJO.ID masih bisa banget memaksimalkan ibadah-ibadahnya dari rumah.

Mengingat kondisi terkini, mayoritas daerah di Indonesia sedang berada di zona merah, oranye, bahkan ada yang hitam. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sedang dilakoni oleh masyarakat kita dalam rangka gotong royong menurunkan penularan wabah penyakit ini. Sementara itu, Hari Raya Iduladha hadir di tengah-tengah kita. Alhasil, beberapa daerah atau desa yang selain zona hijau atau kuning harus melakukan salat Iduladha di rumah saja.

Ada pun aturan untuk teknis penyembelihan hewan kurban selama PPKM ini dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R). Jika tidak, bisa dilakukan di luar RPH-R namun tetap menjalankan sejumlah kriteria penerapan protokol kesehatan. Diantaranya adalah 1) Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), 2) Penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas dan pihak yang berkurban, dan 3) Penerapan kebersihan alat. Lebih rincinya, hal ini bisa kamu akses sesuai dengan kebijakan Kementerian Agama RI.

Rupanya suasana ini pun menjadi terasa lebih sepi karena kerumunan tak diperbolehkan. Cukup sedih memang rasanya saat kebiasaan berubah total sebab keadaan yang memaksa. Eits, tunggu dulu! Tentu kami lagi enggak ngajak sedih berjamaah ya. Melainkan ingin berbagi tentang bagaimana menikmati suasana dan memaksimal ibadah Iduladha dari rumah.

1. Maksimalkan Sunah 10 Hari Pertama

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu dari empat bulan haram, dimana pada sepuluh hari pertama bulan ini, terdapat keistimewaan. Melipatgandakan pahala bagi mereka yang mengerjakan amal saleh, namun dilipatgandakan pula perbuatan dosa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ اَلْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ، يَعْنِيْ أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ.

“Tidak ada hari dimana suatu amal saleh lebih dicintai Allah Azza wa Jalla  melebihi amal saleh yang dilakukan di hari-hari ini (yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah)”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad di jalan Allah?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Termasuk lebih utama dibanding jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad) dan tidak ada satu pun yang kembali."

Amalan saleh yang disunahkan pada bulan penuh keistimewaan ini diantaranya adalah melaksanakan haji dan berkurban, salat sunah, puasa arafah, bertakbir dan dzikir, melaksanakan salat Iduladha.

2. Mengaji Al-Qur'an dan Al-Hadis Online

Mengaji Al-Qur’an dan Al-Hadis sudah sewajarnya kita lakukan secara rutin. Selain meningkatkan iman dan ilmu agama, memaknai hari kurban dalam kajian khusus menyambut Iduladha bisa kamu dapatkan. Mulai dari sejarah munculnya hari Iduladha, ibadah sunah Rasulullah, keutamaan melaksanakan kurban, dan masih banyak lagi. Hal ini bisa jadi catatan kamu sebagai pengingat hingga menjadi tuntunan ibadah menyambut Iduladha agar bisa dilaksanakan semaksimal mungkin, Insya Allah.

Sebab pelaksanaan ibadah apa pun termasuk kurban harus sesuai syariat Islam agar bisa diterima dengan sempurna oleh Allah Swt. Aamiin….

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu Ta’ala juga berkata,

بَابَ الْعِبَادَاتِ وَالدِّيَانَاتِ وَالتَّقَرُّبَاتِ مُتَلَقَّاةٌ عَنْ اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَلَيْسَ لِأَحَدِ أَنْ يَجْعَلَ شَيْئًا عِبَادَةً أَوْ قُرْبَةً إلَّا بِدَلِيلِ شَرْعِيٍّ

“Bab ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala itu diambil dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Maka tidak boleh bagi seorang pun untuk menjadikan sesuatu sebagai ibadah atau cara mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, kecuali berdasarkan dalil syar’i.” (Majmu’ Fataawa, 31/35).

3. Salat Iduladha Berjamaah dengan Keluarga Kecil

Seperti yang telah disebutkan, pemerintah Indonesia menganjurkan masyarakatnya beribadah salat Iduladha di rumah saja.

Ditinjau dari kaidah fikih,

دَرْأُ المَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ المَصَالِحِ

“Menghilangkan mafsadat lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.”

Salat Iduladha dari rumah diperbolehkan semata-mata untuk menghilangkan mafsadat atau potensi tertularnya Covid-19. Tak perlu bersedih hati, kamu masih bisa melakukan ibadah bersama keluarga kecil di rumah. Tampak manis bukan? Merekatkan hubungan dengan keluarga menjadi hikmahnya di saat-saat seperti ini.

Lalu, bagaimana cara melaksanakannya?

M. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah menjelaskan pelaksanaan salat Idul Adha bisa dilakukan sendiri dan berjamaah. Apabila dilakukan sendiri, maka hanya menjalankan salatnya saja. Tetapi, jika berjamaah bersama keluarga, bisa disertai dengan khutbah atau tidak. Kiai Cholil menjelaskan, dalam pelaksanaannya memang ada salat dan khutbah.

"Kalau salat Jumat itu, salat Jumat-nya tidak sah kalau tidak ada khutbahnya. Oleh karena itu, salat Idul Adha itu bisa salat saja tanpa khutbah. Misalnya salat sendiri, dia selesai hanya mengerjakan salat," kata Cholil, Senin (19/7/), dari detik.com.

4. Meningkatkan Kebaikan Berbagi

Iduladha adalah salah satu momen bagi umat Islam untuk berpikir, memahami, dan mengambil makna dari setiap peristiwanya. Makna dari momen Iduladha adalah untuk meningkatkan rasa peduli dengan berbagi kebaikan salah satunya dengan berkurban. Berkurban adalah wujud ketakwaan kita kepada-Nya dan dilakukan dengan penuh keikhlasan. Situasi pandemi saat ini, jangan sampai menghalangi kita untuk berkurban. Di zaman yang super modern ini, berkurban juga dapat dilakukan hanya dengan menggunakan gadjet. Banyak cara dapat dilakukan mulai dari via transfer kepada bendahara pengurus masjid hingga melalui e-commerce terpercaya yang bisa dikaji lagi di salah satu artikel INJO.ID berjudul “Mau Kurban Online? Simak Hukum dan Tipsnya” agar tetap berhati-hati dalam pelaksanaannya.

Selain itu, hasil hewan kurban dapat menjadi sumber untuk melakukan kebaikan, sesederhana saling berbagi masakan olahan daging dengan tetangga atau kepada penjual kaki lima yang biasa lewat di depan rumah. Namun, mengingat pandemi ini masih menghantui, wajib bagi kita tetap menjaga kebersihan makanan ya!

5. Momentum Makan Bareng Keluarga

Jika pada tahun ke belakang banyak diantara kita menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama teman atau kerabat di luar rumah usai salat Iduladha, maka kondisi pandemi ini bisa dimanfaatkan untuk kumpul bersama keluarga. Hal ini tentu menjadi momen untuk semakin dekat dengan keluarga, menghabiskan waktu sambil menyantap daging. Wah asyiknya!

Jadi sudah siapkan jadwal masak daging apa saja nih? Hihi

Redaktur: Prita Kartika Pribadi