Olimpiade Tokyo 2020 Manfaatkan Barang Bekas, Isyarat Tersembunyi Soal Lalainya Manusia Menjaga Bumi

Keunikan dalam memanfaatkan limbah elektronik dan plastik yang masing-masing dipergunakan untuk medali dan podium Olimpiade Tokyo 2020, sesuai dengan firman Allah tentang memakmurkan bumi dan menjaga kelestarian lingkungan. Sebagaimana ayat-ayat Allah yang melarang perbuatan israf dan tabdzir yaitu menghambur-hamburkan harta atau menyia-nyiakan sesuatu yang bisa dimanfaatkan manusia.

Olimpiade Tokyo 2020 Manfaatkan Barang Bekas, Isyarat Tersembunyi Soal Lalainya Manusia Menjaga Bumi
Medali emas, perak, dan perunggu Olimpiade Tokyo 2020 yang memanfaatkan limbah elektronik sebagai bahan dasar. Sumber: Issei Kato/Pool/AFP.

Euforia ajang olahraga internasional beberapa hari lalu tampak masih terasa di negeri ini. Pasalnya, Olimpiade Tokyo 2020 itu telah mencetak banyak atlet nasional yang membanggakan. Menciptakan sejarah dan harapan baru, mulai dari cabang olahraga bulu tangkis hingga angkat besi. Namun kabar gembira itu tak hanya hadir dari  para atlet, melainkan menyimpan hal unik dari tim penyelenggara olimpiade ini. Diantaranya adalah medali yang didaur ulang dari bahan dasar limbah elektronik (e-waste) dan podiumnya yang terbuat dari ribuan plastik bekas di Jepang. Wow! Kreatif banget kan?

Pengumpulan barang bekas elektronik sendiri, telah dilakukan sedari dua tahun lalu, April 2018. Seragam dengan penyelenggaraan olimpiade sebelumnya di Rio 2016, pemanfaatan barang bekas menjadi ide estafet yang positif. Perbedaannya, Rio 2016 memanfaatkan suku cadang mobil dan permukaan cermin. Sementara kampanye daur ulang di Olimpiade Tokyo 2020 berhasil mengumpulkan 70 pon (32 kilogram) emas, 7.700 pon (3.493 kilogram) perak, dan 4.850 pon (2.200 kilogram) perunggu. Sehingga dapat menghasilkan 5.000 medali (emas, perak dan perunggu).

Khusus untuk podium, hal ini menjadi terobosan terbaru dan inovasi pertama dalam sejarah Olimpiade dan Paralimpiade. Limbah plastik ini berasal dari sampah plastik di darat dan laut. Podium dari desainer, Asao Takolo mengisyaratkan pesan berupa “Keragaman dan Menyeluruh” sebagai lambang Olimpiade. Sementara pola kotak-kotak “Ichimatsu Moyo” dibuat menggunakan printer 3D mewakili konsep Olimpiade Tokyo 2020.

Podium yang digunakan untuk upacara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020. Podium itu ditampilkan selama acara pembukaan di Ariake, Tokyo, Jepang (03/06). Sumber: REUTERS/Issei Kato/Pool.

Keunikan tersebut sesuai dengan firman Allah tentang memakmurkan bumi dan menjaga kelestarian lingkungan. Sebagaimana ayat-ayat berikut, Allah melarang perbuatan israf dan tabdzir yaitu menghambur-hamburkan harta atau menyia-nyiakan sesuatu yang bisa dimanfaatkan manusia.

وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash : 77).

إِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْا إِخْوَانَ الشَّيَاطِيْنِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوْرًا

“… Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya…” (QS. Al-‘Isra’ : 27).

Proyek ini terdengar sederhana namun punya dampak yang besar bagi lingkungan di buminya Allah. Seperti yang telah kita sadari, segala isi di bumi ini diciptakan oleh Allah dan wajib dijaga oleh penghuninya. Sementara manusia yang banyak akal, harus bertanggungjawab dengan apa yang telah diperbuat lewat peluncuran beberapa barang canggih semisal gadget. Betapa senangnya, jika manusia bisa bertanggungjawab pada itu semua. Memanfaatkan ponsel dan laptop, Olimpiade Tokyo 2020 ini berhasil mengambil beberapa bahan untuk dijadikan medali. Mengingat sampah elektronik masih menjadi dilema dan permasalahan serius bagi seluruh negeri.

Tercatat 53,6 juta ton atau 7,3 kilogram sampah elektronik per orang diproduksi secara global pada 2019. Angka tersebut setara dengan kapal pesiar Queen Mary 2. Limbah elektronik ini melonjak lebih dari seperlima dalam lima tahun terakhir di tengah meningkatnya permintaan gawai. Kurangnya inovasi daur ulang, hal ini menimbulkan risiko lingkungan dan kesehatan yang serius.

Sementara itu, sampah plastik di laut masih menjadi masalah dunia yang mengerikan. "Tanpa tindakan yang signifikan, kelak bakal lebih banyak plastik ketimbang ikan di samudra, berdasarkan bobotnya, pada 2050," kata World Economic Forum dalam 'The New Plastics Economy, Rethinking The Future of Plastics', dilansir dari news.detik.com (24/11/2018).

Maka dari itu, inovasi ini merupakan langkah maju dunia memerangi kerusakan lingkungan. Poin utama yang bisa diambil dari keunikan tersebut, menjaga dan merawat nikmat Allah yang telah diberikan. Lewat pemikiran kreatif manusia itu, Allah mengizinkan bumi ini sehat secara perlahan. Hingga manusia patut dan turut tidak mengulangi kesalahan yang sama setelah Allah memperbaikinya.

وَلاَتُفْسِدُوا فِي اْلأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاَحِهَا…

”Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf : 56).

Harapan lebih lanjut, langkah Jepang ini akan menjadi preseden dalam menyambut Olimpiade Paris 2024 mendatang, salah satunya mengangkat tema perbaikan lingkungan.

Lalu bagaimana kita turut berpartisipasi dalam mendukung hal tersebut?

Menjaga lingkungan ini bisa dimulai dari hal sederhana. Enggak usah jauh-jauh daur ulang barang elektronik dengan segala rupa alat canggih milik Jepang. Kamu bisa banget melakukan kebersihan ini mulai dari diri sendiri bahkan di rumah! Misalnya; menjadikan botol minuman bekas sebagai vas bunga, pembagian tempat sampah kecil organik dan anorganik, memiliki tas belanja, membawa kotak makan dan botol minum sendiri, tidak menggunakan sedotan plastik, mengurangi penggunaan tisu basah dan barang instan jenis spray, dan masih banyak lagi.

Tapi enggak ada salahnya kalau mau bergerak lebih jauh lagi, misalnya mengajukan usulan tentang penetapan berbagai jenis tempat sampah kepada Bapak RT atau desa setempatmu. Pembagian tempat sampah ini dapat dibagi menjadi enam yakni; Organic, Plastic, Metal, E-Waste, Paper, dan Glass. Selain itu, ada beberapa organisasi dan tempat yang menerima jenis sampah untuk didaur ulang di berbagai wilayah. So, tinggal niatnya saja ditetapkan untuk menjaga buminya Allah ini ya!

Itu dia inspirasi hari ini dan hikmah yang bisa diambil dari kisahnya.

Yuk, bergerak sederhana untuk dampak yang membahana!

Redaktur: Dyah Ayu N. Aisyiah