Pondok Pesantren, Rekomendasi Tempat Meditasi Dari Beban 'Keduniaan'. Yuk, Simak Alasannya!

Rata-rata orang merasa terbebani dikarenakan urusan pendidikan, pekerjaan, atau jodoh, yang notabene merupakan hal-hal bersifat ‘keduniaan’. Oleh karenanya, mereka membutuhkan meditasi untuk bisa membebaskan dirinya dari beban-beban tersebut. Nah, ada satu tempat yang akan sangat mendukung proses meditasi, yaitu pondok pesantren.

Pondok Pesantren, Rekomendasi Tempat Meditasi Dari Beban 'Keduniaan'. Yuk, Simak Alasannya!
Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri. Sumber: ldii-sidoarjo.org

Sadar ataupun tidak, hiruk-pikuk urusan keduniaan menjadi penyebab terbesar diri kita mudah lelah. Entah itu urusan sekolah, karir, jodoh, ataupun permasalahan lainnya. Maka tak heran akhir-akhir ini sering muncul istilah-istilah psikologis mengenai kesehatan mental mulai dari insecure, overthinking, hingga healing.

Bagi yang lahir pada tahun 2010 ke bawah, coba ingat-ingat lagi deh, zaman kita masih sering main ke luar rumah bersama teman-teman. Engklek, petak umpet, gobak sodor dan permainan tradisional lainnya tentu masih sangat mudah dijumpai. Tidak ada istilah insecure, tidak ada overthinking berlebih sampai susah tidur, quarter life crisis masih sangat asing di telinga, dan yang paling klise, tidak ada membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kalaupun ada, ranah perbandingan kita dulu hanya dengan tetangga atau teman sekolah saat itu. Pada zaman itu pula berbagai jenis media sosial belum masuk dalam kamus keseharian kita. Hal tersebut tentu menjadi kenangan indah yang masih tersimpan di memori dan sangat sulit untuk bisa mengulangnya kembali.

Kalau sekarang, coba kita lihat, membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain menjadi hal yang sudah sering kita jumpai bahkan tidak pandang bulu. Melihat beberapa teman SMP sudah ada yang menikah, muncul pikiran-pikiran insecure dengan penampilan kita yang masih begini-begini saja dan belum punya pasangan. Teman SMA sudah banyak yang magang di perusahaan terkenal, overthinking perlahan merasuki pikiran. Atau mungkin teman kuliah banyak yang sudah lulus dan mendapatkan pekerjaan, kita overthinking lagi. Dari mana kita bisa mengetahui semua pencapaian teman kalau bukan dari media sosial? Kalau sudah begitu, mental kita sendiri yang akan kelelahan dan ujung-ujungnya bilang, “Butuh healing, nih!”

Sebetulnya, healing itu nggak salah, kok. Beberapa orang memiliki tipe akan semakin produktif jika pikirannya sudah fresh, salah satunya dengan cara healing itu sendiri. Tetapi kalau healing-nya setiap hari, justru bisa menyebabkan munculnya masalah baru. Sebab sekarang ini banyak yang lebih mementingkan healing dibandingkan berusaha untuk mewujudkan pencapaian yang mereka impikan. Pada akhirnya, enggak tercapai juga impian itu karena banyaknya gangguan, termasuk terlalu fokus untuk healing.

Nah, berbicara mengenai healing, meditasi adalah salah satu cara yang tepat untuk dilakukan. Menurut situs alodokter.com, meditasi adalah salah satu bentuk latihan untuk memusatkan dan menjernihkan pikiran sehingga perasaan bisa lebih tenang, nyaman, dan produktif.

Poin penting yang saya ambil dari meditasi ini adalah proses menjernihkan pikiran sehingga perasaan bisa lebih tenang, nyaman, dan produktif. Menurut saya, ada satu tempat yang akan sangat mendukung proses meditasi kita, yaitu pondok pesantren atau sering disebut ponpes. Meditasi ini dilakukan dengan tujuan agar terbebas dari beban-beban keduniaan. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, rata-rata orang merasa terbebani dikarenakan urusan pendidikan, pekerjaan, atau jodoh, yang notabene merupakan hal-hal bersifat ‘keduniaan’.

"Bukankah kalo di pondok kita juga bisa overthinking? Contohnya ketika melihat teman kita yang sudah lulus sementara kita belum. Belum lagi beban-beban setoran hafalan dan lain sebagainya?"

Memang betul demikian. Namun ketika di pondok, munculnya hal-hal baru yang akan membuat overthinking itu arahnya sudah berbeda dan lebih positif yaitu memikirkan urusan ibadah. Bahkan, beberapa orang justru menjadikan hal tersebut sebagai pemacu supaya lebih mempersungguh di dalam mondoknya. Sebab ia sadar bahwa ia disibukkan dengan 'urusan akhirat'.

Lalu, kok bisa pondok pesantren jadi tempat terbaik untuk meditasi?  Mari kita simak beberapa alasannya!

1. Tidak Ada Gadget

Gadget merupakan salah satu benda yang dilarang untuk dibawa ke lingkungan pondok pesantren. Jika santri diperbolehkan membawa dan mengakses gadget, tentu kegiatannya di dalam pondok menjadi terganggu. Bayangkan saja anak sekolahan yang diperbolehkan membawa gadget ke sekolah. Bukan penjelasan guru yang diperhatikan, mereka justru lebih fokus pada gadget masing-masing. Kalau sudah begitu, ilmu yang diberikan tidak akan terserap dengan sempurna. Kejadian tersebut mungkin akan menjadi kasus yang sama jika pihak ponpes memperbolehkan para santrinya membawa gadget.

Lebih lanjut lagi, gadget juga merupakan salah satu sarana pendukung kegiatan bermedia sosial. Dengan adanya larangan membawa gadget, mungkin seorang santri akan menjadi orang yang ketinggalan berbagai informasi. Namun, ia justru akan merasa lebih tenang karena tak perlu memikirkan apa yang terjadi di luar sana yang terkadang justru membuat overthinking. Di sisi lain, ia juga bisa menghindarkan dirinya dari perbuatan dosa seperti melihat postingan-postingan yang menampakkan aurat dan lain sebagainya.

2. Circle Pertemanan yang Positif

Mengaji adalah salah satu kegiatan yang tidak boleh luput dari lingkungan ponpes. Mengaji sama dengan belajar. Namun, mengaji merupakan proses belajar yang lebih spesifik lagi dan identik dengan ilmu agama Islam. Dengan mengaji, banyak santri yang mengalami perubahan, entah dari segi akhlak maupun kepribadian.

Orang-orang seperti inilah yang akan membentuk suatu circle pertemanan yang positif karena selalu mengajak pada kebaikan. Sehingga ketika kita mulai insecure, overthingking, atau sudah sedikit menyimpang dari aturan yang ada, teman yang ada bisa menjadi reminder bagi kita.

3. Padatnya Jadwal Kegiatan

Pondok pesantren terkenal dengan kegiatannya yang padat karena kesibukan santri bukan hanya mengaji. Kerja bakti, memasak, dan mencuci merupakan beberapa kegiatan ponpes yang dilakukan pada sela-sela waktu mengaji. Kegiatan tersebut ditujukan untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kerukunan, kerja sama, dan karakter positif lain yang akan sangat bermanfaat untuk kehidupan seterusnya. Maka sudah tidak heran lagi kalau santri identik dengan sifat ngantukan. Kalau memang ada waktu longgar, biasanya para santri akan menggunakan waktu tersebut untuk istirahat, sehingga ia tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal yang tidak penting, seperti overthinking ataupun insecure.

Pada intinya, dengan niat yang tepat, pondok pesantren adalah tempat yang insyaallah mampu menghalangi kita dari berbagai penyebab timbulnya masalah kesehatan mental karena urusan keduniaan. Masalah mental yang timbul biasanya mencakup masalah hati, batin, ataupun jiwa manusia. Untuk itu, supaya hati menjadi tenang, ingatlah Allah! Dan pondok pesantren menjadi rekomendasi utama karena di sana kita akan lebih memprioritaskan ibadah yang akan membuat diri kita menjadi tenang. Hal ini sesuai dengan sebuah ayat yang berbunyi,

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوب...

“... Ingatlah, sebab dengan ingat pada Allah, hati akan menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’du: 28)

Redaktur: Ubaid Nasrullah