Sering Menunda Pekerjaan? Ini 5 Pengingat Jitu Agar Tak Melalaikan Waktu

Allah telah menciptakan malam dan siang dengan segala nikmat. Sehingga manusia harus memanfaatkan waktu tersebut dan tidak menyia-nyiakan. Waktu adalah salah satu hal yang tidak dapat kendalikan. Jika waktu menunjukkan pukul delapan malam, maka waktu akan menunjukkannya. Kita tidak bisa membuatnya lebih lama atau lebih cepat, apalagi membuat waktu menunggu pekerjaan kita yang belum selesai padahal deadline sudah di depan mata.

Sering Menunda Pekerjaan? Ini 5 Pengingat Jitu Agar Tak Melalaikan Waktu
Sering Menunda Pekerjaan? Ini 5 Pengingat Jitu Agar Tak Melalaikan Waktu. Sumber: batimes.com

Pasti pernah kan ngalamin punya tugas tapi malah menunggu niat terkumpul hingga mepet deadline? Akhirnya, tugas-tugas kamu itu makin bertambah. Saking numpuknya, sampai bingung mau ngerjain yang mana dan dari mana. Belum lagi, deadline masing-masing tugas semakin mengejar. Kalau sudah gini bahaya dong! Selain pekerjaan yang dikerjakan enggak maksimal, kamu juga jadi sulit menyerap ilmu dan proses pengerjaannya. Atau bahkan, malah enggak kekejar untuk mengerjakan semuanya hingga hasilnya nihil besar.

Nah, biasanya apa sih peran yang sangat berpengaruh dalam menunda-nunda pekerjaanmu?

Biasanya seseorang yang tidak bisa mengerjakan sesuatu sesuai target yang diinginkan berhubungan dengan motivasi. Hal ini bisa tiba-tiba menghilang saat kamu merasa bosan. Ya, kata yang terdengar sederhana namun dampaknya tak sesederhana itu. Padahal tak seorang pun tahu apa yang akan terjadi esok atau kemudian hari. Jangan sampai dengan menunda-nunda pekerjaan, kamu menyesal. Sedangkan Allah telah memberi waktu seluas mungkin untuk kamu melakukan kegiatan.

إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ

“Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakan besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sunggu Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34).

Ngomong-ngomong istilah the power of kepepet yang masih sering dijadikan tameng, apa membuat hasil pekerjaanmu puas? Teorinya saja, terdapat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kalau kamu selalu mengandalkan istilah tersebut, hasilnya akan ada selalu kekurangan. Walaupun misal tercapai, ilmu yang diserap tak akan maksimal juga. Sebab ada urutan yang kamu lewatkan dalam proses belajar dan berpengalaman.

Jadi, kekurangan atau kehilangan motivasi ini menjadi akar yang harus diperbaiki. Sebab perannya sangat penting, motivasi yang bagaimana sih supaya tak membuang waktu? Dear teman INJO, kami kasih lima pengingat penting agar tak menunda-nunda waktu dalam mengerjakan sesuatu, boleh banget loh dicoba!

1. Libatkan Segala Urusan karena Ibadah kepada Allah Swt

Peran melibatkan Allah dalam segala urusan adalah keharusan. Allah itu Maha Pemberi, Maha Segalanya. Memangnya kepada siapa lagi kita memohon kalau bukan Allah? Memangnya apa lagi tujuan kita selain masuk surga? Memangnya apa lagi yang kita kerjakan selain ibadah? (Baca juga: Mengapa Bekerja Adalah Ibadah?)


وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. [Ath-Thalaq/65 : 4].

Misalnya nih, saat kamu bekerja agar menghasilkan maisyah, jika diniatkan untuk ibadah maka insyaallah rezeki pun akan lancar. Sebab telah memperjuangkan agama Allah dan Allah memberi kemudahan ibadah itu. Selain bisa infaq rutinan, kamu juga bisa memberikan maisyah kepada istri dan anak lebih berkah. Jadi ketika melibatkan segala urusan karena ibadah kepada Allah, maka insyaallah urusanmu akan lancar dan berkah. Bahkan di setiap kesulitan itu, selain Allah menyuruh kamu belajar, Allah juga akan memberikan hal yang melebihi harapanmu. Jadi, yuk perbaiki lagi niat dan sabarnya!

2. Mengingat Tujuan Awal

Kita melaksanakan salat lima waktu, berbuat baik, mengerjakan sunah, dan amal saleh lainnya ialah untuk beribadah kepada Allah dan meraih surga-Nya. Selain itu dihubungkan dengan pekerjaan dan tugas, menjadi orang bermanfaat adalah sebaik-baiknya manusia. Maka, setelah memperbaiki niat untuk ibadah, kamu juga bisa mengingat lagi tujuanmu masuk ke sekolah, universitas, jurusan atau kantor yang saat ini ditempati. Siapa tahu, hal ini bisa menggugah lagi semangatmu saat ingat tujuan seperti: untuk menambah ilmu, pengalaman, koneksi, atau membahagiakan kelurga, dan tidak membebani orang tua.

3. Memahami Waktu Luang

Seperti ajal yang datang tak bisa diprediksi, jika kehilangan sedikit waktu untuk bertaubat, beribadah, dan beramal akan membuat diri merugi. Sama halnya dengan sebuah pekerjaan. Saat menunda tugasmu itu, ada rasa bersalah atau menyesal bukan? Entah hasil kerja tidak maksimal, atau waktu dalam kegiatan lain jadi berantakan. Mungkin beberapa alasannya bisa saja kurang maksimal dalam mengatur waktu kesibukan atau mengatur tugas yang memang sulit dan banyak. Maka, bisa loh pekerjaanmu itu dicicil. Tenang, cicilan ini enggak ada ribanya kok! Selama telah menargetkan waktu selesai, menyicil ini akan memudahkanmu. Misalnya, kasih alarm selama 30 menit per hari untuk mengerjakan tugas. Setelah alarm menyala, kamu boleh istirahat atau melakukan kegiatan lainnya. Atau adakah cara yang lebih efektif dari teman INJO yang sudah jadi andalan selain ini?

4. Punya Wish List dan List To Do

Cara ini bisa banget menyalakan motivasimu yang sedang turun atau hilang. Coba deh teman INJO tulis beberapa wish list atau harapan di masa depan. Minimal lima tahun lagi, teman INJO mau seperti apa? Setelah menuliskan wish tersebut sebagai visi, kamu akan berpikir misi-misi apa saja agar visi-visi kamu tercapai. Nah, misi ini disebut dengan list to do kamu. Coba deh bikin list to do harian, mingguan, atau bulanan. Yang penting hal-hal rutin yang menunjang ketercapaian visi kamu itu semisal tabel di bawah ini.

Wish List

List To Do

-          Masuk surga

-          Punya badan sehat

-          Kerja di perusahaan start up IT

-          Ibadah wajib dan sunah, juga infaq

-          Olahraga minimal 2 jam di hari Minggu

-          Kursus IT dan Bahasa Inggris

Menurut buku “The Answer” karya Allan dan Barbara Pease yang saya baca, otak manusia akan memproses detail apa saja yang perlu kita lakukan jika ingin mendapatkan sesuatu yang kita mau. Contoh list ‘Punya badan sehat’, saat menulis atau baca kalimat tersebut sesering mungkin, layaknya bicara adalah doa. Maka otak akan mengirimkan sinyal untuk mendapatkan informasi yang kita perlu lakukan untuk mencapai goals itu.

5. Mengingat Nikmat Allah (Menghargai Waktu dalam Islam)

“Waktu adalah uang”. Itulah istilah yang umum kita dengar. Uang dinilai hal yang manusia butuhkan dan inginkan. Mewah rasanya saat memiliki uang. Maka, dengan persamaan dalam istilah tersebut, waktu sangat berharga pula di dunia ini.

Mungkin kalimat waktu adalah uang terdengar terlalu duniawi. Namun, kita melihat dari sudut pandang lain, pahami bahwa waktu bergerak maju bukannya mundur. Bayangkan jika kamu selalu mengulur waktu melakukan kegiatan, selama kamu masih bisa mengerjakan pada saat itu maka lakukanlah. Sebab jika waktu tak digunakan hal-hal yang bermanfaat (dalam hal ini kecuali beristirahat), waktu akan hilang. Sekejam tak akan kembali, tak ada gantinya. Bahayanya, jika kamu sudah nyaman dengan sistem menunda ini, akan menjadi suatu kebiasaan buruk. Lalu membawamu pada dampak besar, yaitu ketertinggalan dalam ilmu pengetahuan dan peluang.

Bahkan, Islam juga memuliakan waktu. Banyak sabda yang dicantumkan dalam Al-Qur’an dan Hadis tentang waktu sebagai pedang.

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

“Kemudian kamu pasti akan ditanya tentang kenikmatan (yang kamu bermegah-megahan di dunia itu)”. (QS. At-Takaatsur : 8).

Imam Syafi’i pernah mendapatkan pelajaran dari orang sufi. Inti nasihat tersebut terdiri dari dua penggalan kalimat berikut,

الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك، ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل

“Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”

Saudaraku, senantiasalah engkau meminta pada Allah kebaikan pada hari ini dan hari besok karena hanya orang yang mendapatkan taufik dan pertolongan Allah Ta’ala yang dapat selamat dari tebasan pedang waktu.

Ibnu Mas’ud berkata,

ﻣﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ ﻧﺪﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﻳﻮﻡ ﻏﺮﺑﺖ ﺴﻪ ﻧﻘﺺ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﻠﻲ ﻳﺰﺩ ﻓﻴﻪ ﻋﻤﻠﻲ.

Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”

Al Hasan Al Bashri berkata,

ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺔ ﺇﻋﺮﺍﺽ ﺍﷲ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺃﻥ ﻌﻞ ﺷﻐﻠﻪ  ﻓﻴﻤﺎ ﻳﻌﻨﻴﻪ ﺧﺬﻻﻧﺎﹰ ﻣﻦ ﺍﷲ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ

“Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia sebagai tanda Allah menelantarkannya.”

Ayat tersebut mengajarkan kepada kita bahwa Allah telah menciptakan malam dan siang dengan segala nikmat. Sehingga manusia harus memanfaatkan waktu tersebut dan tidak menyia-nyiakan. Waktu adalah salah satu hal yang tidak dapat kendalikan. Jika waktu menunjukkan pukul delapan malam, maka waktu akan menunjukkannya. Kita tidak bisa membuatnya lebih lama atau lebih cepat, apalagi membuat waktu menunggu pekerjaan kita yang belum selesai padahal deadline sudah di depan mata.

Selain poin-poin dalam meningkatkan motivasi di atas, tetapkan juga urutan prioritasmu dalam manajemen waktu. Sebab ciri orang beruntung, salah satunya memiki best time management. Ia dapat mengerjakan pekerjaan dengan kualitas yang baik dalam waktu yang diberi Allah. Sebaliknya, seseorang akan lebih mudah mengeluh dan merasa kurang dengan waktu tersebut saat ia tak bisa memanfaatkannya.

Redaktur: Prita K. Pribadi