Stop Membanding-Bandingkan! Kamu Bukan Dia dan Dia Bukan Kamu

Apakah kamu sering membandingkan diri dengan orang lain dan suka bertanya-tanya apa gunanya kamu berada di dunia? Tidak perlu melihat terlalu jauh, kamu bisa melakukan refleksi terhadap diri sendiri. Apakah kamu sering bertanya-tanya tentang kemampuan yang kamu punya? Atau kamu selalu merasa kurang dari orang lain?

Stop Membanding-Bandingkan! Kamu Bukan Dia dan Dia Bukan Kamu
Stop membandingkan diri. Sumber gambar: claritychi.com

Seringkali seseorang merasa tidak puas atau tidak cukup dengan apa yang sudah ia miliki. Tak jarang ketika melihat pencapaian ataupun kesuksesan orang lain membuatnya lagi-lagi membandingkan diri. “Kenapa aku tidak bisa seperti dia? Mengapa aku tertinggal jauh darinya? Bagaimana caranya agar aku bisa sama seperti dia?” Dan masih banyak lagi ungkapan-ungkapan yang bermunculan ketika sedang membandingkan diri dengan orang lain.

Memang ada dampak positif dari tindakan membandingkan diri, seperti terpacu untuk menjadi lebih baik, terlatih untuk mengevaluasi kesalahan yang terjadi lalu menjadikan pelajaran pada kemudian hari, atau lebih bertekad untuk bergrak maju agar tidak berdiri pada titik yang sama.

Namun terlepas dari dampak positif membandingkan diri, ternyata dampak negatif dari tindakan tersebut lebih mendominasi dan hampir setiap orang mengalami hal tersebut. Mulai dari kehilangan kepercayaan diri, terobsesi dengan suatu pencapaian yang sulit, hingga ingin meniru atau ingin menjadi orang lain yang dianggap lebih baik darinya.

Sikap membandingkan diri ini termasuk ke dalam salah satu sifat toxic dalam kehidupan. Membandingkan diri dengan orang lain tidak hanya membawa dampak negatif bagi pikiran, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental bahkan kehidupan sosial. Tak dapat dipungkiri jika sebagai manusia kita selalu ingin menjadi yang terbaik dan menunjukkan sisi yang baik di hadapan orang lain. Namun, manusia tetaplah manusia. Makhluk biasa yang tak luput dari kekurangan, sehingga tidak mungkin untuk menjadi sempurna.

Apakah kamu sering membandingkan diri dengan orang lain dan suka bertanya-tanya apa gunanya kamu berada di dunia? Tidak perlu melihat terlalu jauh, kamu bisa melakukan refleksi terhadap diri sendiri. Apakah kamu sering bertanya-tanya tentang kemampuan yang kamu punya? Atau kamu selalu merasa kurang dari orang lain?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan memberi kesadaran bahwa terkadang kamu masih sering membandingkan diri dengan orang lain. Bahkan tanpa disadari hal itu mungkin membuatmu lupa akan tujuan utama keberadaanmu di dunia. Padahal, saat kamu membuka Al-Qur'an, kamu akan menemukan sebuah ayat yang berbunyi,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat: 56)

Dengan mengutamakan ibadah dan mengimbanginya dengan usaha serta tawakal, insyaallah hal-hal duniawi seperti bakat, skill, dan prestasi akan Allah penuhi. Sebagaimana Allah berfirman,

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“Dan Dia memberikan rezeki dari arah yang tidak diduga. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscara Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Allah telah  mengadakan ketentuan bagi segala sesuatu.” (QS. At-Talaq: 3)

Saya rasa, setiap orang pernah membandingkan diri dengan orang lain, baik dalam masalah pencapian, prestasi, jodoh, kecantikan, dan hal lain di luar kendalinya. Akan menjadi hal yang wajar apabila timbul rasa semangat atau motivasi dalam diri seseorang ketika sedang membandingkan dirinya dengan orang lain. Misalnya, ia menjadi berusaha dan belajar lebih keras untuk mewujudkan mimpi. Tetapi, jika merasa tertekan, tidak percaya diri, bahkan menjadi kurang bersyukur karena sikap membandingkan diri, maka tandanya orang itu sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.

Begitu banyak dampak buruk dari kebiasaan membandingkan diri, sehingga baik bagimu untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Karena pada dasarnya, kamu bukan dia dan dia bukan kamu. Setiap orang memiliki proses dan cerita masing-masing, sehingga kecil kemungkinan kalian akan memperoleh pencapaian yang sama.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa berhenti membandingkan diri dengan orang lain? Yuk, simak beberapa tips di bawah ini agar bisa berhenti membandingkan diri dan lebih mencintai diri sendiri.

1. Mengapresiasi pencapaian orang lain dan menjadikannya sebagai suatu motivasi

Apa yang kamu harapkan ketika kamu berhasil meraih impianmu? Pastinya ucapan selamat dan doa-doa yang baik bukan? Begitu pula ketika melihat keberhasilan orang lain, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memberinya apresiasi. Bisa dengan mengucapkan selamat ataupun mendoakan kebaikan bagi orang tersebut.

Ketika timbul rasa iri, kamu harus bisa mengenyahkan perasaan tersebut. Kamu bisa mencontoh dan bertanya langsung kepada orang tersebut. Misalnya, "Apa yang kamu lakukan hingga bisa sukses seperti sekarang? Apa motivasimu? Apa hal-hal yang kamu pelajari?"

Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan motivasi dan menjadi lebih semangat dalam mengejar impianmu. Sehingga kamu tidak perlu membandingkan diri, karena setiap orang memiliki life goals-nya masing-masing. Jika orang lain bisa mewujudkan mimpinya, insyaallah kamu juga bisa. Bahkan melampauinya.

2. Bijak dalam menggunakan media sosial

Media sosial merupakan wadah yang begitu luas yang memungkinkan seseorang dapat terhubung dengan orang-orang dari berbagai penjuru dunia. Setiap orang juga bisa melihat aktivitas sehari-hari maupun pencapaian orang lain. Hal ini yang terkadang memunculkan rasa iri maupun tidak percaya diri ketika melihat unggahan-unggahan di media sosial.

Oleh karena itu, kamu harus bijak dalam menggunakan media sosial. Gunakan media sosial sebagai tempat memperluas koneksi, meningkatkan soft skill, atau menggali informasi dari berbagai negara. Jika kamu bijak menggunakan media sosial, maka media sosial dapat menjadi salah satu jembatan untuk meraih impian.

3. Fokus meng-upgrade diri sendiri

Tanpa disadari, ketika kamu membandingkan diri dengan orang lain, artinya kamu lebih fokus pada kehidupan orang tersebut. Kamu bisa tahu apa yang mereka lakukan hari ini, di mana tempat mereka berbelanja, bagaimana info terbaru dari bisnis mereka, hingga seluruh waktu yang kamu punya malah habis hanya untuk memantau kehidupan orang lain. Ini adalah hal yang sangat fatal. Kamu perlu mengubah fokus untuk meng-upgrade diri sendiri. Lakukan introspeksi dan evaluasi. Apakah hari ini kamu sudah lebih baik daripada kemarin?

Cari apa yang bisa ditingkatkan dan perbaiki, terutama dalam hal beribadah. Dengan begitu, perlahan kamu akan mulai disibukkan dengan pencapaianmu sendiri. Sehingga tak ada waktu lagi untuk membandingkan dirimu dengan orang lain.

Tiga tips di atas mungkin akan terasa sulit pada awalnya. Tetapi jika kamu tekun dan fokus untuk mengubah diri menjadi lebih baik, insyaallah tips tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan baik yang dapat mengantarkanmu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Jadi, jangan buang waktumu untuk kehidupan orang lain. Mulailah membangun masa depan yang gemilang dengan terus memperbaiki diri dan bersyukur atas pencapaianmu sendiri. Semangat!

Redaktur: Ubaid Nasrullah