Terjebak Friendzone? Simak Hal-hal Ini yang Bikin Kamu Pindah dari Zona ‘Nyaman’ yang Tak Nyaman

Friendzone akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu agar mendapatkan hubungan yang lebih darinya. Ini bisa memancing dan menjadi celah bujuk rayu setan. Kalau kata Minjo "Setan mana ada sih yang puas ngebiarin kedekatan lawan jenis cuma sebatas temen ngobrol," tulisnya pada cuitan di twitter @injodotid (20/12/21).

Terjebak Friendzone? Simak Hal-hal Ini yang Bikin Kamu Pindah dari Zona ‘Nyaman’ yang Tak Nyaman
Terjebak Friendzone? Simak Hal-hal Ini yang Bikin Kamu Pindah dari Zona ‘Nyaman’ yang Tak Nyaman. Sumber: gettyimages/istockphoto

Semakin berkembangnya teknologi komunikasi memudahkan seseorang untuk berteman dengan siapa saja, tanpa terbatas ruang dan waktu. Bahkan, beberapa orang menemukan pasangan hidupnya dari sini. Dengan begitu mulailah muncul istilah-istilah pergaulan remaja saat ini, salah satunya adalah friendzone.

Friendzone atau zona teman adalah hubungan pertemanan antara dua lawan jenis, yang mana salah satu atau keduanya memiliki rasa ketertarikan yang lebih dari sekadar hubungan pertemanan. Akan tetapi, salah satu diantaranya merasa cukup dengan hubungan pertemanannya ini.

Friendzone akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu agar mendapatkan hubungan yang lebih darinya. Ini bisa memancing dan menjadi celah bujuk rayu setan. Kalau kata Minjo "Setan mana ada sih yang puas ngebiarin kedekatan lawan jenis cuma sebatas temen ngobrol," tulisnya pada cuitan di twitter @injodotid (20/12/21).

Jika sudah seperti ini, friendzone yang terus dibiarkan akan mengarah pada perbuatan zina. Padahal Allah sudah jelas-jelas melarang hal tersebut.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰى اِنَّهٗٓ كَانَ فَاحِشَةً ۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا

"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."(Q.S. Al-Isra : 32).

Berteman sih boleh saja, tapi perlu diingat bahwa semua itu ada batasnya. Segala yang berlebihan itu tidak baik bukan?

Secara sadar atau tidak, sebagian remaja menganggap ini adalah hal yang lumrah karena biasa terjadi dalam pertemanan lawan jenis, hanya saja mereka terjebak dalam zona nyaman. Tapi, apa yang terjadi jika mereka saling menyatakan perasaan sebenarnya?

Diambil dari kisah teman perempuanku, sebut saja AR. Diawali dari masa SMA,  yang mana ia dan teman laki-lakinya berteman. Kebetulan juga jarak rumah mereka tidak jauh. Pada satu waktu, AR dan dia berbincang seperti biasa dan sampailah pada sebuah perasaan. Tidak lama setelahnya, mereka menyatakan perasaan keduanya. Si dia bermaksud untuk memiliki hubungan lebih dekat dengan AR, istilah anak zaman now mah “nembak” Sudah tahu kan kalau lawan jenis “nembak” itu arahnya ke mana?

AR menolak pernyataannya tersebut, “Senang, tapi aku lebih nyaman jadi sahabat karena aneh aja gitu soalnya dan enggak mau pacaran juga,” ujar AR dalam obrolan melalui Whatsapp, Sabtu (25/12/21).

Keputusan AR ini tidak sejalan seperti apa yang ia harapkan. Karena AR berharap bahwa dengan penolakannya ini dapat membuat hubungan pertemanannya lebih baik lagi, tapi justru sebaliknya. Si dia merasa kecewa pada AR dengan menjauh dan memblokir semua akun media sosial miliknya. Hal ini memutus tali silaturahmi mereka sebagai seorang teman sekaligus tetangga.

Jadi, jika sudah begini friendzone itu lebih baik untuk diabaikan atau ditindak?

Menurut pendapat temanku yang lain sebut saja MR, tindakan yang diambil oleh AR itu sudah tepat, bukan karena memutus hubungan atau silahturahmi. Akan tetapi agar terhindar dari dosa dan enggak kepikiran oleh hubungan itu ke depannya. Hmmm kalau sudah begini, jadi ngerasa serba salah kan? Kalau saja kita menerapkan batasan pada pertemanan lawan jenis ini, enggak akan ada namanya serba salah, bahkan putus silaturahmi. Pun, kalau kita tanya kasus friendzone ini ke mubaligh tentang solusinya, ya sudah tentu kita yang perlu introspeksi karena telah membuka pintu dosa. Tuntunan dari Allah dan Rasul itu sudah yang paling tepat dan aman! Karena pada dasarnya Allah tak akan sekadar memberi perintah atau melarang jika bukan untuk kebaikan hamba-Nya.

Oleh karena itu, saya punya beberapa pesan tentang pertemanan dengan lawan jenis. Agar mempunyai batasan yang wajar dan terhindar dari lingkaran friendzone, sebuah zona nyaman yang perlu dipertanyakan. Yang katanya nyaman padahal membuat hatimu resah tak nyaman.

1. Berteman Sewajarnya

Saat memiliki teman yang sefrekuensi, dimana merasa nyaman untuk ngobrol saling sharing dan memiliki kegiatan yang saling mendukung; itulah suasana pertemanan idaman setiap orang. Sampai akhirnya merasa tidak mau kehilangan teman semacam itu, hingga menimbulkan ketakutan. Berlaku pada teman sesama jenis dan lawan jenis, hal semacam takut kehilangan seseorang tidak boleh melebihi cinta kepada Allah. Maka, kita harus memiliki kesadaran bahwa teman, rekan, pasangan, bahkan keluarga adalah sifatnya sementara. Jika kamu menyayangi seseorang dekatilah Allah, bukan orangnya. Beribadah, berdoa, meminta apapun yang kamu inginkan pada Allah semata. Sebab jika kamu meminta pada Allah, Ia akan mengabulkannya seperti janji Allah pada potongan ayat di dalam Al-Qur’an.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”” (QS. Ghafir: 60).

Islam menjelaskan bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Begitupun dalam hubungan pertemanan. Sebab kamu tidak tahu apa yang ada dalam pikiran dan hati mereka tentangmu, lakukanlah hal-hal berikut yang bisa membantumu menjaga hati dan pandangan.

a. Menundukkan Pandangan. Dijelaskan dalam surat An-Nur ayat 30-31, bahwa laki-laki dan perempuan yang beriman supaya menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya dan menutup auratnya.

b. Berinteraksi hanya dalam keadaan yang dibenarkan. Banyak sekali medium yang bisa digunakan dalam berinteraksi dengan siapa saja. Bahkan kegiatan ini bersifat privasi, jadi bisa saja kita melakukan chat yang “aman”. Tapi jangan sampai memulai hal yang bisa berkembang ke arah negatif layaknya memulai chattingan dengan lawan jenis. Seperlunya saja dan berinteraksilah dalam keadaan yang benar, misalnya dalam hal pendidikan, jual beli, dan pengobatan.

c. Tidak berdua-duaan atau nyepi

2. Menilik Kisah Cinta Nabi Yusuf dan Zulaikha

“Ketika Zulaikha mengejar cinta Yusuf, makin jauh Yusuf darinya. Ketika Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah datangkan Yusuf kepadanya.”

Kalimat yang dikenal dari kisah cinta antara Nabi Yusuf dan Zulaikha ini patut dijadikan hikmah soal cinta-mencinta dan rencana Allah yang menakjubkan.

Kisah pertemuan berawal saat Nabi Yusuf menjadi budak dari seorang bangsawan bernama Qithfir, yang kemudian mengangkatnya menjadi anak. Sang majikan mempunyai istri bernama Zulaikha yang sangat cantik, sekaligus terpesona dengan ketampanan Nabi Yusuf. Hingga suatu ketika Zulaikha menjebak Nabi Yusuf dengan merayunya di dalam suatu rumah dan menguncinya. Hal ini menjadi cobaan yang berat bagi Nabi Yusuf, namun Allah mencegahnya dengan memalingkan Nabi Yusuf seraya memperingatkannya. Saat Nabi Yusuf pergi keluar dari rumah itu, Zulaikha menarik pakaiannya, hingga merobek gamis belakang Nabi Yusuf. Sampai akhirnya difitnah oleh Zulaikha hingga Nabi Yusuf masuk penjara.

Setelah kejadian itu, Allah meng-qadar suaminya wafat dan hartanya habis menjadi miskin. Pun dengan Zulaikha yang kehilangan penglihatannya. Dari sinilah, Zulaikha menyesal telah berbuat buruk dan mulai mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Singkat cerita, Allah mempertemukan mereka kembali dengan keadaan Nabi Yusuf sebagai pejabat yang mulia dan Zulaikha sebagai orang yang malang. Zulaikha datang dan berkata; “Maha Suci Allah Swt yang mengubah seorang raja menjadi budak karena dosa yang dilakukannya, dan mengubah seorang budak menjadi raja karena ketaatannya.”

Mendengar nasib Zulaikha, Nabi Yusuf menangis dan berdoa kepada Allah. Begitu pula Zulaikha yang meminta kecantikan dan penglihatannya kembali. Sementara mereka berdoa, Allah mengabulkan doa Zulaikha dan akhirnya mereka menikah.

Dalam kisah tersebut, memberikan pelajaran penting bagi kita terutama saat kita menyukai lawan jenis. Jika seorang hamba berpihak kepada Allah, maka sudah pasti ia akan mendapatkan hasil yang baik dan utama. Allah akan menghendaki dan mempertemukan di jalan yang terbaik layaknya Allah datangkan Yusuf pada Zulaikha. Sebaliknya jika seorang hamba berseberangan dengan jalan Allah, maka dipastikan ia akan dijadikan musuh Allah, karena menentang jalan rida-Nya.

3. Allah Maha Melihat

Sebagaimana dalam kisah Nabi Yusuf di atas, Allah mengingatkan Nabi Yusuf saat mendapat cobaan berduaan dengan Zulaikha hingga ia tidak melakukan perbuatan terlarang tersebut. Sebab Nabi sadar Allah Maha Melihat, dan mengingat dosa besar atas ini.

وَرَاوَدَتۡهُ الَّتِىۡ هُوَ فِىۡ بَيۡتِهَا عَنۡ نَّـفۡسِهٖ وَغَلَّقَتِ الۡاَبۡوَابَ وَقَالَتۡ هَيۡتَ لَـكَؕ قَالَ مَعَاذَ اللّٰهِاِنَّهٗ رَبِّىۡۤ اَحۡسَنَ مَثۡوَاىَؕ اِنَّهٗ لَا يُفۡلِحُ الظّٰلِمُوۡنَ

“Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata, "Marilah mendekat kepadaku." Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh, tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang yang zhalim itu tidak akan beruntung.” (QS. Yusuf : 23).

وَلَـقَدۡ هَمَّتۡ بِهٖۚ وَهَمَّ بِهَالَوۡلَاۤ اَنۡ رَّاٰ بُرۡهَانَ رَبِّهٖؕ كَذٰلِكَ لِنَصۡرِفَ عَنۡهُ السُّۤوۡءَ وَالۡـفَحۡشَآءَؕ اِنَّهٗ مِنۡ عِبَادِنَا الۡمُخۡلَصِيۡنَ

“Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.” (QS. Yusuf :24).

4. Hati Manusia Milik Allah

Dikutip dari sebuah quotes pinterest, friendzone itu “Berangkat dari pertemanan, terjebak dengan perasaan, kecewa oleh harapan”. Yap, di sini bisa diambil kesimpulan bahwa kecewa itu terjadi karena adanya harapan. Salahnya kebanyakan orang masih banyak menempatkan harapan pada manusia. Padahal tempatnya berharap adalah kepada Allah. Sebab hati manusia itu milik Allah. Maka, mintalah dulu ridanya Allah, bukan kebalikan! Sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah saw.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dishahihkan oleh Adz Dzahabi, lihat pula Shohihul Jami’).

Adapun potongan doa dalam Al-Qur’an Surat Ali-Imran:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang kepada kesesatan, setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (Karunia).” (Ali-Imran :8).

Kalau kamu memiliki perasaan terhadap lawan jenis, mengutarakan perasaan boleh saja. Jika ia tidak memiliki perasaan yang sama terima dan hargai hati yang ia rasakan. Namun, jika ia memiliki perasaan yang sama denganmu jangan meneruskan interaksi dan perilaku yang lebih dalam. Cukup berencana ke arah yang dihalalkan oleh Islam, selanjutnya serahkan dengan ibadah dan doa kepada Allah.

5. Alihkan Pikiran

Dalam beberapa kejadian friendzone, seseorang cenderung lebih memikirkan lawan jenis yang ia sukai dibandingkan kepentingannya sendiri. Apa yang sedang ia lakukan? Dimanakah ia berada? Selain berpotensi menimbulkan dosa yang lebih jauh, hal ini akan menyebabkan kurangnya konsentrasi dalam menekuni kegiatanmu. Daripada kamu memikirkan hal yang kurang jelas, lebih baik melakukan hal lain yang dapat memberimu manfaat dan tidak merugi.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Ma’idah : 35).

Allah telah memberi tips agar tubuhmu lebih merasa tenang dan terhindar dari stres karena realita yang tidak sesuai dengan ekspetasimu. Yaitu dengan ibadah kepada-Nya, ibadah wajib dan sunah bisa menjadi penyembuh bahkan pencegah rasa cemasmu.

Itulah beberapa pesan yang insyaallah membuat pikiranmu lebih terbuka soal berteman atau menyukai lawan jenis. Tahun telah berganti, apa kamu masih ingin terjebak dalam situasi yang tidak pasti?

Redaktur: Prita K. Pribadi